Pasuruan, majalahnurani.com – ‘Innalillahi Wainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia Bapak dari teman kita Bapak Kosim dan juga teman kita kelas IV Muhammad Akbar Rifai, mari kita doakan semoga khusnul khotimah,” ujar M. Jaelani salah satu pengajar di SDNU Bangil Pasuruan saat acara doa bersama.
“Nanti InshaAllah beliau dimakamkan jam 9 pagi ini, sebagai bentuk dukacita nanti para guru akan mengikuti proses pemakaman, anak-anak akan pulang lebih awal,” tambahnya.
Acara doa bersama ini digelar di halaman SDNU Bangil, diikuti oleh seluruh siswa dan guru yang dipimpin oleh KH. Abdul Jalil selaku sesepuh pengajar di yayasan ini.
Duka mendalam ini dirasakan oleh seluruh keluarga besar SDNU Bangil, khususnya siswa kelas IV.
Diberitakan sebelumnya bahwa pada hari Minggu (5/11) terjadi kebocoran elpiji yang menyebabkan 6 orang sekeluarga penghuni rumah mengalami luka bakar, tiga diantaranya mengalami luka serius.
Peristiwa yang terjadi di rumah Kosim (39) dijalan mangga Gg Mbah Guru, Bangil Kabupaten Pasuruan ini menyebabkan dua orang meninggal yaitu Muhammad Akbar Rifai (10) dan Ayahnya, Kosim. Satu diantaranya Nazaha Nur Aminah (4) dalam keadaan kritis saat berita ini diturunkan, sedangkan istri Kosim, Dwi Wulandari (32), ayah Kosim, Supardi (58) dan salah satu anaknya Afiqoh Azzahra (7) mengalami luka bakar ringan.
saat ini para korban luka bakar ringan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Insiden berawal saat istri Kosim hendak memasak. Kosim membantu memasangkan regulator elpiji dari kompor satu ke kompor lain karena salah satu tabung habis
“Diduga karena pemasangan regulator kurang sempurna, elpiji bocor dan api menyembur,” Ujar Kapolsek Bangil Kompol Indro Susetiyo.
Dihubungi secara terpisah, Humas RSUD Bangil, M Hayat S.K.M., M.Kes membenarkan berita ini. “Anaknya, Muhammad Akbar Rifai, meninggal lebih dulu, kemudian Ayahnya, Kosim meninggal dalam perjalanan saat akan kita rujuk ke RSSA Malang,” Ujarnya. (nzr)






