Bumikan Merawat Gigi Sejak Dini, SD Muhammadiyah 4 Pucang dan FKG Unair Gelar Training Internasional

Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dan Fakultas Kedokteran Gigi Unair Surabaya menggelar training internasional untuk dokter cilik pada Jumat (10/12) secara life streaming di lantai 4 Gedung SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.

Humas SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Ustadah Novi menuturkan, training dokter cilik ini kerjasama SD Muhammadiyah 4 dengan FKG Unait. Kemudian narasumbernya berasal dari Malaysia dan Pakistan.

Nirawati Pribadi drg Mkes SpKG, Fakultas Kedokteran Gigi Unair

“Ini juga mengajarkan mereka (siswa) untuk aktif berbahasa Inggris. Intinya mereka belajar komunikasi secara internasional,” tutur dia diwawancarai majalahnurani.com.

Pada training dokter cilik saat itu, menurut Ustadah Novi yang dibahas yakni soal gigi. Mulai pencegahan kerak gigi, menggosok gigi dan merawat gigi.

Baca juga  Dispendik Pastikan Lulusan SD Tertampung di Semua SMPN dan Swasta

Untuk dokter cilik diikuti delapan anak perwakilan kelas. Yang mengikuti program dokter ciliki diikuti kelas empat dan kelas lima.

“Kelas empat ada 220 anak. Kalau kelas lima juga sama. Nantinya dokter cilik ini akan mempresentasikan kepada seluruh siswa apa yang sudah dipelajati pada training internasional,” ungkap Ustadah Novi.

Ustadah Novi, Humas SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

MUDAH DIPAHAMI

Nirawati Pribadi drg Mkes SpKG juga menguraikan, tujuan training ini untuk mendidik kader dokter cilik gigi di SD Muhammadiyah 4. Siswa diharapkan bisa mengajarkan bukan hanya menyikat gigi saja, tapi juga apa yang menjadi penyebab gigi berlubang.

“Ini pembentukan kader dari Unair untuk adik-adik yang ada di SD Muhammadiyah 4 agar mengajarkan ke teman temannya yang lain. Nantinya mereka (dokter cilik) akan presentasi ke teman temannya. Itulah program dari Unair,” papar Dokter Nira.

Baca juga  Tunaikan Ibadah Haji Wali Kota Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

Diharapkan dengan kegiatan ini, maka bisa membumi. Sebab akan berbeda cara pengajaran dari dokter ke anak dan dari anak ke sesama anak.

“Kadang kalau dari dokter, itu anak takut. Nah kalau informasi seperti ini yang bicara sesama anak, maka mudah dipahami dan membumi dan mengena dalam bahasa anak-anak,” tukasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *