by

Jelang Nataru, Kapolres Mojokerto Bersama Dandim 0815 Cek Swalayan dan Tempat Wisata

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Kapolres Mojokerto Bersama Dandim 0815/Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan pengecekan swalayan dan tempat wisata di Trawas dan Pacet, Rabu (22/12) siang. Pengecekan dilakukan untuk memastikan keberadaan swalayan dan tempat wisata tersbeut telah menerapkan protokol kesehatan, ketersediaan scan barcode PeduliLindungi serta kapasitas maksimal yang diperbolehkan.

Lokasi pertama yang dilakukan pengecekan adalah Metro Swalayan yang berada di Kecamatan Mojosari. Setelah itu pengecekan dilakukan di lokasi wisata Taman Ghanjaran di Kecamatan Trawas dan berlanjut di wisata Padusan di Kecamatan Pacet. Dari tiga lokasi tersebut, semuanya sudah memenuhi persyaratan sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri atau Inmendagri no 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2021 pada saat Natal Tahun Baru 2021 dan tahun baru 2022.

Pengecekan Prokes di Swalayan di wilayah Mojosari

“Kami disini dalam rangka pengecekan dan persiapan natal dan tahun baru, dimana disini kita mengecek untuk aplikasi PeduliLindungi apakah sudah diterapkan atau belum, dan standart protokol kesehatan yang memang sudah ditetapkan oleh pemerintah sesuai Inmendagri No 66 tahun 2021, jadi ada sinergitas dan kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi dan meminimalisasi penyebaran Covid-19,” ujar Kaplres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar.

Baca juga  Polres Mojokerto Gelar Vaksinasi Booster untuk Pegawai Pengadilan Negeri

Dalam pengecekan tersebut tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan atau lokasi wisata yang melebihi kapasitas. Pengunjung di tempat wisata juga mengenakan masker, menjaga jarak dan pihak pengelola selalu mengingatkan pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan selama di dalam lokasi wisata.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar bersama Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asman memberikan keterangan kepada awak media

“Kita bersama-sama kita cek sendiri, kami juga cek beberapa pengunjung sudah mengenakan masker, menjaga jarak, itu sudah ditentukan, tempat duduk, kapasitias pengunjung itu sudah diperhatikan, kita sudah di level satu namun demikian harus tetap melakukan pembatasan agar meminimalisir penularan Covid-19,” kata Kapolres Mojokerto.

Selama perayaan tahun baru, Kapolres Mojokerto menyebut tidak ada lagi penyekatan, yang ada adalah pembatasan. Polres Mojokerto dan Kodim 0815 juga menerjunkan sebanyak 350 personel gabungan. Personel tersebut akan tersebar di beberapa titik pos penagamanan dan pos Pelayanan.

Baca juga  Waktu Tunggu Haji di Jawa Timur Mencapai 33 tahun

“Tahun baru tidak ada penyekatan sesuai intruksi pemerintah, namun demikian kami harus betul-betul melaksanakan pembatasan, pada saat kerumunan berlebihan maka kami lakukan pembatasan yang memang sudah ditetapkan oleh pemerintah, semuanya sudah kita siapkan terkait juga vaksinasi mobile dan pengecekan lainnya, kami bersama stakeholder TNI-Polri ada 5 pos pengamanan dan satu pos Pelayanan,” imbuh Kapolres Mojokerto.

Sementara itu Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Beni Asman menegaskan bahwa sejumlah lokasi wisata yang dilakukan pengecekan telah memenuhi kriteria seperti pemakaian aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk lokasi, menjaga jarak dan mengenakan masker.

“Alhamdulillah, hasilnya tempat ini sudah memenuhi kriteria, bisa terlaksanan dengan baik,” ujarnya.

Namun demikian Dandim 0815 Mojokerto berharap kepada masyarakat agar dalam melaksanakan Nataru tidak perlu bepergian keluar wilayah. Sebab masing-masing wilayah mempunyai level PPKM yang berbeda, dan memiliki kriteria penaganan covid-19.

Baca juga  Update Corona 27 Januari 2022: Kasus Baru 8.077, Kematian 7 Orang

“Kapasitas tempat wisata sesuai inmendagri sesuai level Kabupaten Mojokerto level satu. Kalau level satu tentu kita sesuaikan yaitu jumlahnya maksimal 75 persen. Kalau ada yang lebih dari itu akan kita batasi. Ingat tidak ada istilah penyekatan, yang ada pembatasan, ini perlu digaris bawahi sehingga masyarakat tahu bahwa kita membatasi bukan menyekat,” pungkasnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed