by

Menjelang Nataru, Dinkes PPKB Kota Mojokerto Sidak Mamin, ini Hasilnya

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berncana (Dinkes PPKB) Pemkot Mojokerto lakukan sidak pangan di beberapa Pasar Modern dan Tradisional. Kamis, (23/12).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Ika Puspitasari bersama Forkopimda Kota Mojokerto dan sejumlah pegawai Dinkes P2KB. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi peredaran makanan dan minuman (mamin) yang tidak layak konsumsi pada momen Nataru. Hasilnya, Dinkes PPKB bersama jajaran Pemkot Mojokerto bersama tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah produk yang mengandung boraks serta kemasan rusak.

”Sejauh mana harga bahan pokok terkendali atau tidak, pasokanya tersedia atau tidak, serta kelayakan makanan dan minuman yang dijual,” jelasnya.

Baca juga  Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar sampai 28 Januari 2022
Dinkes PPKB Pemkot Mojokerto menggelar sidak kelayakan Makanan dan Minuman jelang Nataru

Selain mengecek kelayakan mamin kemasan, sejumlah paket parsel juga tak luput dari pemantauan. Namun, dalam agenda tersebut, Ning Ita menyatakan tidak menemukan mamin yang tidak layak konsumsi.

“Alhamdulillah tidak ditemukan barang-barang kedaluwarsa,” tegasnya.

Bukan sekadar melakukan pengecekan secara fisik, Wali Kota juga menginstruksikan tim pemeriksa pangan Dinas Kesehatan Pengendalian Peduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto yang terbagi sejumlah tim gabungan lainnya dan disebar di pasar tradisonal dan toko modern se-Kota Mojokerto untuk memeriksa sejumlah sampel untuk dilakukan uji keamanan bahan pangan.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes PPKB Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengungkapkan, dari total terdapat 19 lokasi pasar tradisional dan toko modern yang disasar dalam sidak kemarin. Hasilnya, sebanyak 9 pedagang dan pengelola toko modern disemprit lantaran ditemukan mamin yang tidak layak konsumsi.

Baca juga  Update Corona 23 Januari 2022: Kasus Baru 2.925, Kematian 14 Orang

”Karena mereka menjual makanan dan minuman kemasan rusak, sehingga kita lakukan pembinaan,” ujarnya.

Bahkan, petugas juga berhasil mengamankan produk yang mengandung bahan zat kimia berbahaya bagi kesehatan karena mengandung Boraks. Citra menyebutkan, kandungan tersebut diketahui setelah tim pemeriksa pangan melakukan uji keamanan pangan terhadap salah satu sampel makanan.

”Ada satu produk makanan mengandung boraks. Tadi Bu Wali (Ika Puspitasari) langsung perintahkan kami untuk segera menindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, produk makanan kemasan itu ditemukan di salah satu toko modern. Citra menyebutkan, pihaknya tengah menindaklanjuti temuan itu dengan menelusuri tempat produksi makanan berbentuk kemasan tersebut. Citra menegaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran dan analisa lebih lanjut, langkah itu guna mengantisipasi agar makanan tidak sampai dikonsumsi masyarakat.

Baca juga  Update Corona 27 Januari 2022: Kasus Baru 8.077, Kematian 7 Orang

”Kami lakukan pengecekan di lokasi produksinya. Dilihat apakah bahan berbahaya itu (boraks) berasal dari bahan bakunya atau pada proses pembuatanya,” pungkasnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed