by

Merajut Kebahagiaan dengan Bermuhasabah

Bismillah…
Saudaraku, muhasabah sangat diperlukan dalam hidup ini. Bahkan melakukan perhitungan terhadap apa yang sudah kita lakukan di masa lalu juga diperintahkan Allah SWT.
Muhasabah juga dipandang sebagai suatu sarana yang dapat mengantarkan seorang manusia untuk mencapai derajat yang tertinggi sebagai hamba Allah SWT. Muhasabah juga mampu mengantarkan hidup seseorang beruntung dan bahagia dunia akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah :
“Bahagialah orang yang sibuk memperhatikan aib diri sendiri ketimbang memperhatikan aib – aib orang lain.” (HR Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)
Apa sebenarnya manfaat muhasabah pada diri kita?

PERINTAH ALLAH
Pertama, muhasabah adalah suatu perintah dari Allah SWT. Hal itu sesuai dengan Al-Qur’an surah al-Hasyr ayat 18.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Bermuhasabah menyebabkan seorang hamba yang beriman melaksanakan perintah-Nya. Orang itu akan selalu memperhitungkan diri sendiri sebelum menilai orang lain. Apakah dirinya sudah pantas sebagai hamba Allah SWT yang baik? Apakah amalan-amalannya bernilai di sisi Allah Ta’ala? Hidup di dunia ini adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan untuk mengumpulkan bekal bagi perjalanan di akhirat kelak.
Kedua, muhasabah merupakan tolok ukur keimanan seseorang. Artinya, keimanan seorang hamba Allah ditentukan oleh sejauh mana dia dapat menerapkan muhasabah dalam kehidupannya.

Baca juga  Tingkatkan Operasi Yustisi, Polres Mojokerto Tekan Penyebaran Covid-19

SADAR DIRI
Ketiga, muhasabah merupakan karakteristik seseorang yang bertakwa.
Dalam Al-Qur’an surah al-Hasyr ayat 18 di atas, Allah menyebut kata taqwa sampai dua kali dalam satu ayat. Ini menunjukan bahwa muhasabah adalah karakter yang bertaqwa kepada Allah dan berharap hidupnya akan lebih baik dari sebelumnya.
Dengan menghisab diri sendiri, seseorang dapat sadar diri. Pada akhirnya, dia kian termotivasi untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan serta amalan-amalan demi mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Muhasabah menjadi salah satu sifat muslim yang bertaqwa. Hasil dari kita bermuhasabah diri adalah Taubat. Allah SWT Maha Penerima Taubat hambanya. Segala kesalahan dan dosa hambanya Allah sangat Maha Pengampun. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya, maka Allah akan menerima taubatnya.”

Baca juga  Mobil Pengantin Gratis ASC Foundation Kembali Dirasakan Manfaatnya Oleh Warga Mojokerto

KUNCI SUKSES
Keempat, muhasabah adalah kunci sukses baik di dunia maupun akhirat. Dengan bermuhasabah, ada dorongan dari diri sendiri untuk melakukan yang lebih baik daripada hari kemarin.
Demikian pula, hari esok diproyeksikan lebih baik daripada hari ini. Generasi umat Islam yang gemar bermuhasabah tidak akan berpangku tangan alias bersantai-santai dalam menjalani kehidupan. Sebab mereka meyakini adanya Hari Perhitungan (Yaumul Hisab), yakni ketika Allah SWT menunjukkan dan membalas setiap amal baik dan buruk, sekecil apa pun itu.
Kebiasaan bermuhasabah akan membawa pada optimisme. Tujuan akhirnya adalah ridha Ilahi, yang ditandai dengan izin-Nya agar kita masuk ke dalam surga. Selamat Bermuhasabah, semoga hari esok jauh lebih baik dari hari ini dan kemarin….

Baca juga  Tekan Penyebaran Covid-19, Polres Mojokerto Bagikan Masker ke Pengendara

Surabaya, Senin
27 Desember 2021
nchnurani@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed