by

Buta di Dunia Buta di Akhirat

Bismillah…
Saudaraku, kondisi yang sangat mengenaskan manusia di akhirat adalah ketika dia dibangkitkan dalam keadaan buta. Betapa tidak mengenaskan, begitu kita bangun dari kubur, tahu tahu kita buta dan tidak bisa melihat apa yang ada disekitar kita. Padahal saat itu, manusia berada di tempat yang baru dan asing serta belum pernah dijamah atau dihuni manusia sebelumnya. Menurut Allah dalam Alquran, ada beberapa sebab mengapa manusia banyak yang dibutakan di akhirat.

BUTA DUNIA
DIBUTAKAN DI AKHIRAT
Penyebab manusia dibutakan di akhirat adalah karena mereka membutakan diri selama hidup di dunia. Kalau di dunia mereka membutakan diri, maka di akhirat mereka akan dibutakan Allah. Sebagaimana firman Allah:
وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى
الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا

“Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”
(Q.S Al-Isra’ 72)
Buta dunia di sini dalam arti tidak mau tahu dari hidayah Allah, enggan beribadah kepada Allah, tidak mau tahu dengan penderitaan orang lain, buta dari seruan amal shaleh.

HATI BUTA
Allah kemudian menjelaskan mengapa manusia buta di dunia. Faktor yang menyebabkan manusia tidak mampu melihat penderitaan orang lain, enggan beribadah dan tidak mau tahu dengan seruan untuk beramal kebaikan ternyata adalah hati. Hati mereka buta dari dari hidayah kepada Allah. Sebagaimana firman Allah:
اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

Baca juga  Tingkatkan Pelayanan, Satpol PP Latih Staf Ketertiban Kelurahan

“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (QS Al hajj 46)

Hati mereka buta dari ilmu dan iman, sehingga tertutup dari hidayah dan enggan melakukan amal shaleh.
Makanya kita diperintahkan untuk tidak sekedar mengikuti tapi juga mencari ilmu lewat ngaji agar kita lebih memahami apa yang kita lakukan.

DIBUTAKAN
KARENA LALAI
Di dalam Alquran Allah juga menyampaikan bahwa manusia nanti dibutakan di akhirat karena lalai akan seruan Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Thaha, ayat 124-126:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126)
“Dan barang siapa berpaling dari per ingatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman, “Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.”

Baca juga  Kapolres Jember Beri Reward dan Punishment Kepada Anggota Polres dan Polsek Jajaran

BUTA, BISU DAN TULI
Selain kondisi buta, ada manusia yang nanti dibangkitkan dalam keadaan buta, bisu dan tuli. Penyebab utamanya adalah karena mereka tidak mencari hidayah Allah selama hidup di dunia. Karena mata, hati, telinganya tidak dipakai untuk mencari hidayah Allah, maka saat di akhirat mata, hati, telinga dan mulut mereka dinonaktifkan oleh Allah. Sebagaimana firman Allah:

وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّاۗ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا

“Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.”
(QS. Al-Isra’ Ayat 97)

AGAR TIDAK
DIBUTAKAN ALLAH
Agar saat di akhirat kita tidak dibutakan Allah, maka mari pada saat di dunia kita banyak beribadah kepada Allah. Memanfaatkan semua potensi diri yang sudah dianugerahkan oleh Allah kepada kita untuk memperbanyak ibadah dan mencari ridho Allah. Sebagaimana firman Allah:

Baca juga  Tingkatkan Operasi Yustisi, Polres Mojokerto Tekan Penyebaran Covid-19

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تُلۡهِكُمۡ اَمۡوَالُكُمۡ وَلَاۤ اَوۡلَادُكُمۡ عَنۡ ذِكۡرِ اللّٰهِ‌ۚ وَمَنۡ يَّفۡعَلۡ ذٰلِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-Munafiqun : 9)

Hidup di dunia adalah ujian untuk menjadi yang terbaik. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Mulk ayat 2:
” Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Kondisi apapun yang kita alami adalah dalam rangka mencari sosok manusia yang terbaik dalam pandangan Allah. Mari kita berupaya menjadi yang terbaik dengan bersyukur atas segala nikmat yang sudah diberi Allah. Dengan bersyukur, selain menjadi manusia terbaik kita juga terbebas dari ancaman Allah dibutakan di akhirat kelak.
Semoga bermanfaat….

3 Januari 2022
nchnurani@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed