by

Penanganan Kasus Omicron di Surabaya Berpedoman pada SE Menkes

Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatakan bahwa, ada 1 pasien Covid-19 varian Omicron, yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan. Saat ini, pasien tersebut telah menjalani isolasi penanganan warga yang terkena varian Omicron, ditindak lanjuti sesuai dengan Surat Edaran (SE), Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor HK 02.01/MENKES/1391/2021, Tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19, Varian Omicron.

“Seluruh kasus probable, dan konfirmasi varian Omicron, baik yang bergejala (simptomatik), maupun tidak bergejala (asimptomatik), harus dilakukan isolasi di rumah sakit, yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19,” kata Nanik, Jumat (7/1).

Dalam SE Menkes tersebut, kata Nanik, juga dijelaskan tata laksana penanganan, setiap kasus probable dan konfirmasi varian Omicron, yang ditemukan. Pertama, harus segera dilakukan pelacakan kontak, dalam waktu 1×24 jam, untuk penemuan kontak erat. Setelah ditemukan, maka wajib segera dilakukan karantina, selama 10 hari, di fasilitas karantina terpusat, dan pemeriksaan entry dan exit test, menggunakan pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT).

Baca juga  Targetkan Surabaya Netralitas Karbon, Wali Kota Surabaya Akselerasikan EBT Ramah Lingkungan

“Jika hasil pemeriksaan NAAT positif, maka harus dilanjutkan pemeriksaan SGTF, di laboratorium yang mampu pemeriksaan SGTF, dan secara pararel spesimen dikirim, ke laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) terdekat,” jelasnya.

Sedangkan untuk menemukan kontak erat varian Omicron, kata dia, pada kasus probable, atau konfirmasi varian Omicron bergejala, maka dihitung sejak 2 hari, sebelum gejala timbul sampai 14 hari, setelah gejala timbul (atau hingga kasus melakukan isolasi).

“Kemudian pada kasus probable, atau konfirmasi varian Omicron, tidak bergejala dihitung sejak 2 hari, sebelum pengambilan swab, dengan hasil positif sampai 14 hari, setelahnya (atau hingga kasus melakukan isolasi),” papar dia.

Sementara itu, Nanik juga menerangkan, bahwa ada dua kriteria selesai isolasi, dan sembuh pada kasus probable, dan konfirmasi varian Omicron. Yang pertama, pada kasus tidak bergejala, maka isolasi dilakukan selama sekurang-kurangnya 10 hari, sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, ditambah hasil pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) negatif selama 2 kali berturut-turut, dengan selang waktu >24 jam.

Baca juga  Jalin Sinergitas, Kapolres Magetan Silaturahmi dengan KH Hunaini Pengasuh Ponpes Salafiyah Handurusiyyah Parang

“Pada kasus yang bergejala, isolasi dilakukan selama 10 hari, sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari, bebas gejala demam dan gangguan pernapasan serta hasil pemeriksaan NAAT negatif, selama 2 kali berturut-turut, dengan selang waktu >24 jam,” imbuhnya.

Di samping itu, dalam setiap penanganan kasus tersebut, pihaknya juga melakukan pencatatan, dan pelaporan dalam upaya pencegahan, dan pengendalian kasus COVID-19, varian Omicron. “Pencatatan dan pelaporan kasus COVID-19, varian Omicron dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi All Record TC-19,” pungkasnya. (yunus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed