Kedisiplinan jamaah Umrah Indonesia selama di Arab Saudi mendapat apresiasi dari Kerajaan Arab Saudi.
Hal ini disampaikan DR Nur Arifin M.Pd, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, apresiasi itu juga karena 100 persen jamaah umrah Indonesia hasil test PCR nya negatif.
“Alhamdulillah untuk hasil test PCR mau berangkat 100 persen negatif. Kemudian sampai di Arab Saudi alhamdulillah selama ini seluruhnya negatif. Setelah karantina 5 hari di Arab Saudi juga negatif semua. Kemudian satu hari sebelum kepulangan dari Arab Saudi alhamdulillah semuanya negatif. Jadi selama di Arab Saudi 100 persen semuanya negatif. Sehingga Arab Saudi memberikan apresiasi dan penghargaan untuk Indonesia karena jamaahnya tertib dan seluruhnya negatif semua,” tegasnya kepada majalahnurani.com, Rabu (9/2).
Masih kata Nur Arifin, hasil berbeda ketika jamaah Umrah pulang ke tanah air. Ketika pulang ke Indonesia, ada PCR pertama. Hasil PCR yang pertama itu ada jamaah yang positif, dan setelah di karantina di Indonesia juga ada tambahan jamaah yang positif covid-19 jenis Omicron.
“Jadi yang banyak (positif) setelah karantina di Indonesia,” imbuh Nur Arifin.
Nur Arifin berharap, apresiasi dari Arab Saudi karena jamaah umrah Indonesia negatif 100 persen akan berbuah manis pada kuota Haji 2022 untuk jamaah Indonesia.
“Mudah-mudahan, Insya Allah. Umrah ini tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk haji 2022,” harapnya.
Lebih lanjut Nur Arifin juga ingin memastikan bahwa calon jamaah umrah sudah vaksin dua kali.
“Ini ada kebijakan mau booster jamaah umrah untuk vaksin ketiga, kalau (calon jamaah umrah) bisa segera ikuti(booster),” pungkas Nur Arifin. Ym






