Ritual Maut Keagamaan di Jember, MUI: Membahayakan Jiwa


Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur prihatin terhadap paham dan ritual keagamaan yang menyebabkan korban meninggal sebelas orang di Pantai Paseban, Kabupaten Jember, Ahad (13/2/2022) dini hari. MUI Jatim mengirim tim untuk mengkaji agar hal serupa tidak terulang lagi.

“Melakukan kajian komprehensif dan berkoordinasi dengan pihak terkait, agar hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur Abdul Halim Subahar dalam keterangan pers, Senin (14/2/2022).

Menurutnya, persoalan ini harus diklarifikasi sejernih mungkin. Tujuannya agar masyarakat tidak terkecoh terhadap aliran keagamaan tersebut.

Lebih detil dijelaskan, ritual keagamaan tidak boleh membahayakan jiwa umat. Ritual keagamaan kalau mengancam keselamatan jiwa pasti ritual yang salah. Padahal agama menganjurkan untuk menjaga keselamatan.

Ada lima hal yang harus dijaga, yakni keselamatan jiwa, agama, akal, keturunan, dan harta. Menurutnya ini termasuk tujuan syariah (maqashidus syariah) agar tercipta kemashlahatan dalam kehidupan bersama.

Masyarakat harus terhindar dari paham dan ritual keagamaan yang mengancam keselamatan jiwa. “Pihak berwajib dan MUI pro aktif menelusuri,” katanya. Bagus

Baca juga  Pemprov Jatim Gelar Mudik Gratis, 17 Jurusan Bus dan 2 Rute Kapal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *