by

Wali Kota Surabaya Hilangkan Sekat Perbedaan Antar Kader

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin menghilangkan, sekat perbedaan antar Kader di Kota Pahlawan. Sebab menurutnya, banyaknya Kader di Surabaya, yang berkecimpung pada masing-masing bidang, justru berpotensi menimbulkan persaingan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di sela memberikan pengarahan melalui virtual, kepada seluruh karyawan dan Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Senin (21/2).

“Saya nyuwun tulung (minta tolong) semua kader, yang ada di Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), lurah dan camat, hari ini tidak ada lagi kader yang beda-beda di Surabaya, karena menimbulkan rasa persaingan, yang sangat luar biasa,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca juga  Semarak HJKS ke 729, Pemkot Gelar MTQ Tingkat Kota Piala Wali Kota Surabaya

Selama ini, Wali Kota Eri Cahyadi menyebut, kader di Surabaya bertugas membantu pemkot, dan terbagi dalam berbagai bidang. Mulai dari Kader Bumantik, Kader Posyandu, hingga Kader Lingkungan. Bahkan, di antara mereka ada yang masih aktif dan tidak.

“Inilah tugasnya, Kepala DLH dan Kepala Dinkes, pilih mana yang aktif itu jadikan kader. Karena saya minta mulai Maret, setiap RT minimal ada 2 kader,” tegas dia.

Maka dari itu, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, ke depan dia akan menyatukan kader, dari berbagai bidang itu menjadi satu kesatuan. Sehingga, mereka nanti yang akan membantu pemkot, menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Surabaya. Tak terkecuali, permasalahan lingkungan, bayi stunting, hingga kemiskinan.

Baca juga  Pemkot Surabaya Siapkan Skema Pembangunan Rumah Sakit Gunung Anyar

“Mereka akan mengurusi lingkungan, atau orang miskin, bisa memasukkan data bayi stunting. Sehingga namanya bukan lagi kader (lingkungan / kesehatan), tapi Kader Suroboyo,” jelas dia.

Namun demikian, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu, juga mengingatkan kepada lurah dan camat, agar tidak membebankan tugas dan tanggung jawab kepada para kader. Sebab, beban dan tanggung jawab itu, tetap berada pada ASN.

“Yang perlu diingat oleh rekan-rekan kecamatan, dan kelurahan, jangan itu kemudian tugasnya dibebankan ke kader. Bebannya tetap ada pada ASN, tetapi kita dibantu dengan kader-kader,” pesan dia.

Tak hanya menghapuskan sekat perbedaan antar kader di Kota Pahlawan. Wali Kota Eri Cahyadi, juga ingin menghapuskan stigma perbedaan, pada seluruh Perangkat Daerah (PD), di lingkungan Pemkot Surabaya.

Baca juga  Program Padat Karya Wali Kota Eri Cahyadi Dipuji Wantimpres Pakde Karwo

“Karena tidak ada dinas yang paling hebat, semuanya sama. Karena itu, sekat antar bidang juga saya hilangkan. Nah, sekarang sekat antar kader saya hilangkan,” pungkasnya. (yunus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed