by

Pangdam V Brawijaya Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Kepulangan Umrah Start Juanda

majalahnurani.com – Untuk semakin memantapkan persiapan umrah start Juanda Jawa timur serta kepulangannya, Ahad (13/3)digelar rapat koordinasi melalui zoom meeting yang dipimpin Asisten Operasi (ASOPS) Pangdam V Brawijaya Kolonel Inf Andi Mustofa. Dalam kesempatan itu, hadir Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag RI Dr. H. Nur Arifin MPD serta beberapa instansi terkait dari Satgas Covid-19, Kanwil Kemenag Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi,
Otoritas Bandara Juanda, Angkasa Pura, Kantor Kesehatan Pelabuhan, perwakikan Kantor Imigrasi dan perwakilan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).
Beberapa point yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya adalah ketentuan General Authority Civil Aviation (GACA) Arab Saudi yang telah menerbitkan circular nomor
4140275 tanggal 5 Maret 2022 bahwa untuk kedatangan warga negara asing di Arab
Saudi sudah tidak diperlukan persyaratan hasil negatif PCR/antigen. “Berdasarkan
regulasi tersebut, maka pelayanan keberangkatan jemaah umrah tidak lagi diperlukan
screening kesehatan sebelum keberangkatan, sehingga jemaah sudah dapat berangkat
langsung dari domisli masing-masing ke bandara Juanda,” ungkap Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag RI, Dr. H Nur Arifin MPD saat memulai memberi pemaparan .
Meski demikian, Kementerian Agama masih mensyaratkan bahwa keberangkatan jemaah umrah wajib sudah divaksinasi dosis lengkap dan
PPIU telah melakukan pemesanan/booking hotel tempat karantina yang
direkomendasi Satgas Covid-19 (hotel repatriasi) atau asrama haji.
“PPIU juga harus melaporkan rencana keberangkatannya pada Sistem Komputerisasi
Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kemenag,”tambahnya.

Baca juga  Polres Kediri Kota Berhasil Amankan 9 Pelaku Pengeroyokan

Sedangkan ketentuan regulasi kedatangan jemaah umrah mengikuti aturan pelaku perjalanan luar negeri yang
diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 dengan SE Nomor 12 Tahun 2022. “Sebelum kepulangan dari Arab Saudi ke tanah air, jemaah wajib tes PCR
dengan hasil negatif. PPIU bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tes PCR di Arab
Saudi,”tambahnya.

KEPULANGAN
JAMAAH UMRAH
Sementara itu, Asisten Operasi (ASOPS) Pangdam V Brawijaya Kolonel Inf Andi Mustofa menyampaikan prosedur seputar pelaksanaan karantina jamaah umrah saat tiba di Juanda. Dikatakan, etelah jamaah
sampai di tanah air, akan dilakukan karantina 1 (satu) hari. “Adapun ketentuan karantina sehari ini adalah dilakukan tes PCR saat kedatangan di bandara. Setelah itu
sambil menunggu hasil PCR, jamaah umrah diantar ke hotel karantina untuk berisitirahat dan dilakukan pantauan kesehatan,”papar Kolonel Inf Andi Mustofa selaku pimpinan rapat.
Ditambahkan bahwa biaya karantina, tes PCR, transportasi dari bandara ke hotel karantina ditanggung PPIU.
” Nanti untuk tes PCR akan dilakukan oleh Farma Lab ( saat entry test), sedangkan untuk exit test oleh Ultra Medica. Keduanya adalah rekomendasi dari satgas daerah,” ujarnya.

Baca juga  Innalillahi, Kecelakan Bus di Tol Mojokerto, 12 Orang Meninggal Dunia

HASIL PCR
Setelah jamaah melakukan karantina sehari dan ternyata hasil PCR negatif, maka jamaah dapat melanjutkan perjalanannya ke domislinya
masing-masing. “Namun Jika hasil PCR positif, jamaah dilakukan isolasi di tempat isolasi
terpusat sesuai ketentuan Satgas Covid-.19 yaitu di BPWS, Asrama haji Tower Safa dan Marwa, serta Lapangan Tembak Kedung Cowek.
PPIU bertanggung jawab terhadap sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan protokol
kesehatan (tes PCR dan karantina) tersebut,”jelasnya.
Dikatakan, biaya isolasi terpusat akan ditanggung pemerintah. Bagi yang gejala berat akan dirujuk ke RSUD dokter Soetomo.
“Sedangkan isolasi di hotel biaya ditanggung oleh Jamaah atau PPIU.
Biaya protokol kesehatan jamaah umrah merupakan tanggung jawab setiap jemaah yang sudah
dibayarkan dalam satu paket layanan kepada PPIU sebelum keberangkatan umrah,”paparnya.
Sebagaimana diketahui, mulai 14-15 Maret 2022, bandara Juanda sudah dipakai untuk keberangkatan umrah. Pada 14 Maret 366 jamaah umrah akan diterbangkan dari Juanda dengan Maskapai Lion Air, sementara pada 15 Maret menggunakan maskapai Garuda Indonesia. (01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed