Dilepas Gubernur Khofifah, Jamaah Umrah Ummat Amphuri Jatim Berangkat dari Juanda

Sebanyak 84 jamaah umrah ummat Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) Jawa Timur berangkat ke tanah suci melalui Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Selasa (15/3) pagi.

Pemberangkatan jamaah tersebut dilepas oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim. Jamaah umrah Ummat Amphuri terbang langsung ke Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia yang membawa total 220 jamaah umrah dari berbagai travel lainnya. Turut hadir dalam pelepasan jamaah tersebut Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jatim.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keberangkatan jamaah umrah dari Bandara Juanda Surabaya ini merupakan yang kedua dalam minggu ini. Pemberangkatan pertama dilakukan Senin (14/3). Pemberangkatan umrah dari Juanda ini patut disyukuri sebab akhirnya dibuka kembali setelah dua tahun umrah ditunda karena pandemi Covid-19.

Pengurus DPD Amphuri Jatim dalam ceremony pemberangkatan jamaah umrah via Juanda

“Kita berharap proses pemberangkatan umrah akan bisa berjalan reguler, semua jamaahnya sehat, selamat, lancar dan mudah-mudahan umrahnya makbul,” ujar Gubernur Khofifah kepada wartawan.

Baca juga  HNW Dukung Haji 2026 Tetap Terselenggara, Dorong Perdamaian di Timur Tengah

Dijelaskan mantan Menteri Sosial RI tersebut, dari jamaah yang berangkat terkonfirmasi berasal dari beberapa wilayah. Selain dari Jawa Timur, juga ada jamaah dari Medan, Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan. Dibukanya umrah melalui bandara juanda ini menurut Gubernur Khofifah menjadi hal yang strategis bagi keberangkatan jamaah umrah dari berbagai provinsi.

“Kita berharap seluruh proses menejemen keberangkatan umrah ini diikuti dengan kedisiplinan protokol kesehatan masing-masing jamaah, juga dari pihak penyelenggara umrah, ada Amphuri, ada Himpuh, ada travel penyelenggaran umrah, semua ikut bersinergi untuk bisa memberangkatkan dan sampai kepulangan dengan lancar,” imbuhnya.

beberapa jamaah umrah Ummat Amphuri bersyukur bandara Juanda dibuka untuk umrah

Dibukanya bandara juanda untuk keberangkatan dan kepulangan jamaah umrah juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Sebab jamaah umrah dari provinsi lain yang terbang melalui bandara juanda juga akan membutuhkan penginapan, makan dan sebagainya.

“Jadi sinergitas dari seluruh institusi ini menjadi nilai tambah yang strategis bagi kita semua,” pungkasnya.

Baca juga  Panglima TNI Siaga 1 Antisipasi Situasi Konflik Timur Tengah

Sementara itu Muhammad Sufyan Arief, Ketua DPD Amphuri Jatim, Bali & Nusra mengatakan pihaknya bersyukur akhirnya Bandara Juanda dibuka untuk pemberangkatan umrah. Pada keberangkatan umrah kali ini juga diikuti oleh 84 jamaah umrah ummat Amphuri.

“Alhamdulillah 84 jamaah ummat Amphuri, dari 8 travel anggota Amphuri jatim dan Medan,” tuturnya.

Muhammad Sufyan Arif, Ketua DPD Amphuri Jatim, Bali & Nusra

Umrah ummat Amphuri merupakan konsorsium umrah yang dikelola oleh Amphuri untuk mengakomodir penyelenggara umrah dengan jumlah jamaah tidak banyak. Muhammad Sufyan optimis, dengan dibukanya Juanda untuk keberangkatan jamaah umrah akan diikuti dengan semakin terbukanya peluang jamaah umrah yang peminatnya semakin tinggi di Jawa Timur.

“Mudah-mudahan umrah ummat juga bisa mengakomodir teman-teman anggota, terutama yang jamaah-jamaah kecil, jadi bisa bergabung dalam bentuk konsorsium umrah ummat Amphuri jatim,” tukasnya.

Mengenai protokol kesehatan, Muhammad Sufyan menegaskan bahwa calon jamaah umrah harus punya aplikasi PeduliLindungi atau sertifikat vaksin lengkap. Lengkap itu karena ada salah satu vaksin yang hanya satu dosis (Johnson and Johnson). Selain vaksin Johnson and Johnson, semua vaksin lainnya minimal dua kali. Selain itu setiap jamaah juga harus vaksin meningitis.

Baca juga  DPR RI Soroti Banyak Kepala Daerah Umrah Jepang Lebaran

“Vaksin meningitis itu juga masih menjadi kewajiban, harapan kita semua travel mematuhi mengenai vaksin meningitis, jangan sampai tidak dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara soal karantina, Muhammad Sufyan menegaskan, karantina kepulangan sesuai intruksi surat edaran gugus tugas karantina selama satu hari setelah pulang dari tanah suci. Setelah jamaah PCR saat kedatangan, kemudian imigrasi, jamaah menunggu di Hotel untuk menunggu hasil PCR.

“Kalau negatif, besoknya boleh pulang, kalau hasilnya positif maka sesuai surat edaran gugus tugas boleh melakukan tes pembanding, apabila masih dinyatakan positif maka kita ikuti aturan gugus tugas untuk dirujuk ke rumah sakit atau asrama haji untuk karantina lebih lanjut,” pungkasnya. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *