Polemik Pawang Hujan di Sirkuit Mandalika Disebut Syirik, ini Kata Gus Muwafiq

Aksi viral pawang hujan bernama Rara Isti Wulandari di Sirkuit Mandalika saat gelaran MotoGP akhir pekan lalu memantik beragam pendapat. Ada yang menyebut tindakan itu bagian dari syirik atau menyekutukan Allah. Namun tidak sedikit yang menyebut hal itu sebagai bagian dari kearifan lokal.

Menyikapi hal itu, Gus Muwafiq sebagai Tokoh Nahdlatul Ulama atau NU asal Yogyakarta juga angkat bicara. Menurut pemilik nama lengkap  KH Ahmad Muwafiq ini, melabeli seseorang telah berlaku syirik tidaklah sederhana. Menurutnya semua manusia memiliki usaha. Misalnya berlindung dari harimau dengan membuat senapan, berlindung dari gempa dengan membuat pondasi, atau berlindung dari hujan dengan membuat ilmu pawang.

Baca juga  Menteri PU Ngamuk Lihat Kondisi Proyek Sekolah Rakyat Nganjuk

“Untuk survive manusia membutuhkan ilmu. Nah ilmu-ilmu itu ada karena manusia harus survive, untuk terbang ada ilmu penerbangan, untuk anti hujan ya butuh ilmu anti hujan dong. Kalau semuanya tiba-tiba musyrik, maka menanam padi untuk survive adalah musryik karena lebih percaya pada padi daripada Allah,” tegasnya saat mengisi pengajian Hari Air di Paseban Agung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/3/2022).

Bagi yang menyebut aksi pawang itu musyrik, Gus Muwafiq meminta orang yang memberi cap musryik tersebut untuk datang ke Mandalika dan berdoa agar hujan segera reda. Apabila masih hujan berarti doa orang tersebut tidak manjur.

“Ini bukan budaya, itu ilmu, jangan sekali-kali meletakkan kepada budaya, dan itu namanya spiritual, ilmu tentang bagaimana menyiasati hujan, menurunkan hujan ada ilmu, bagaimana tidak hujan juga ada ilmunya,” katanya.

Baca juga  3 Kepala Daerah di Jatim Terjerat OTT KPK, Begini Respon Khofifah

Gus Muwafiq kemudian mengisahkan tentang sosok KH Syaikhona Kholil Bangkalan yang pernah diminta bupati Bangkalan agar tidak hujan selama tujuh hari tujuh malam karena sang buoati akan menggelar hajatan. Kiai Kholil lantas menulis sesuatu di sebuah kertas dan ditempatkan di atas pintu.

“Dan itu tidak hujan beneran, itu ilmu. Mandalika butuh agar tidak hujan, maka adanya itu ya sudah, harus bijaksana dengan ilmu,” ungkapnya.

Masih kata Gus Muwafiq, sebaiknya tidak semua orang bebas berbicara dan menghukumi sesuatu dengan label syirik.

“Misalnya (cukup berkata) khazanah itu ada, hargai orang, saya juga sering dimintai bagaimana agar hujan tidak datang kalau pengajian,” pungkasnya. Ym 

Baca juga  Khofifah Dilantik Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Layani 44 Ribu Jemaah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *