Kebahagiaan terpancar di wajah Luluk Mudhoifah (45), salah satu CJH (Calon Jamaah Haji) asal Kabupaten Mojokerto yang akan berangkat Haji tahun ini. Bagaimana tidak, penantian panjang untuk ke tanah Suci yang sudah lama dinantikannnya sebentar lagi akan terwujud.
Tahun ini, wanita wiraswasta ini masuk kuota haji Kabupaten Mojokerto yang dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua melalui embarkasi Surabaya.
“Ya Alhamdulillah senang banget, apalagi kan sekarang pas haji akbar ya,” ujarnya saat ditemui di ruang PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/5/2022).
Luluk yang mengenakan busana muslimah warna hijau tersebut menceritakan awal pendaftaran hajinya, yakni tahun 2010. Sebenarnya dia tercatat mendapat kuota haji tahun 2018, namun karena beberapa hal serta tertunda haji dua tahun karena pandemi covid-19, akhirnya tahun ini dia akan terbang ke tanah Suci untuk menunaikan rukun islam yang kelima.
Kerinduannya terhadap baitullah sudah lama terpendam, sembari menunggu Haji, wanita single asal desa Sedati, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tersebut terlebih dahulu pergi umrah.
“Empat kali (umrah, red),” ujarnya tersenyum.
Luluk kini lebih fokus untuk persiapan ibadah haji. Selain kesehatan jasmani, mental juga ia tata.
“Persiapan ya mental, harus menjaga pakaian-pakaian (tertutup), terus jasmaninya dijaga, ya lari-lari kecil karena kita sudah berumur ya,” imbuh Luluk.
Selain memperbanyak ibadah dan meminta ampunan kepada Allah SWT, selama di tanah Suci nantinya ia mengaku punya doa khusus lainnya, yakni mulai soal keuangan hingga jodoh.
“Berdoa ingin uang yang banyak, barokah, sama jodoh,” pungkasnya sambil tersipu.
Tahun ini sebanyak 811 CJH (Calon Jamaah Haji) asal Kabupaten Mojokerto akan berangkat ke tanah Suci. Sejumlah persiapan sudah difinalisasi oleh Kemenag Kabupaten Mojokerto, termasuk pemberian vaksin meningitis yang hampir rampung 100 persen. Ym












