H Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah mengajak masyarakat untuk menghormati guru. Bukan karena para guru itu gila hormat, namun sudah menjadi setiap murid untuk menghormati para guru. Hal itu disampaikan Gus Miftah saat mengisi pengajian akbar dalam rangka Kongres Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) di pondok Pesangtren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Kamis (26/5/2022) malam.
“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Orang hebat mampu mengeluarkan karya yang bermutu, tapi guru bisa melahirkan orang yang hebat,” tegas pengasuh pesantren Ora Aji Selman Yogyakarta ini.
Kehadiran Gus Miftah dalam pengajian yang terbuka umum untuk masyarakat ini benar-benar memukau peserta pergunu yang datang dari 34 provinsi serta masyarakat yang hadir. Dengan khas ceramahnya yang diselingi quote ten tang cinta dan islam.
Gus Miftah berpesan kepada jamaah pengajian yang hadir untuk tidak membanding-bandingkan guru, sebab guru itu posisinya sama seperti kiai atau ulama, yakni sebagai pewaris para nabi.
“Tolong jangan banding-bandingkan guru, jangan banding-bandingkan kyai, jangan membanding-bandingkan habaib, kamu boleh mencitai satu kyai tapi jangan merendahkan kyai yang lainnya,” tegasnya.
Dijelaskan Gus Miftah lebih lanjut, guru atau kiai itu ahli warisnya para nabi. Nabi jumlahnya 124 ribu, yang menjadi rasul 313, dan wajib diketahui ada 25. Karena nabi itu jumlah 124 ribu, maka bermacam-macam pula tipe kiai yang mendapat warisan derajat dari para nabi tersebut.
Gus miftah mencotohkan, ada nabi yang menjari raja, yakni nabi Daud. Jika dianalogikan di Indonesia maka ada ulama yang menjadi pemimpin, yakni Gus Dur yang pernah menjabat sebagai presiden Indonesi dan KH Makruf Amin yang saat ini menjadi wakil Presiden mendampingi Joko Widodo. Contoh lain ada nabi yang gagah, yakni Nabi musa. Begitu turun ke ulama ada Gus Maksum Ketua Umum Pagar Nusa. Serta ada nabi yang alim yakni Khidir dan babi Idris, begitu turun kiai ada kiai Gus Baha dan Gus Qoyyum.
“Ada juga nabi yang kaya raya, yakni Nabi Sulaiman. Begitu turun warisannya ke Kiai Asep Saifuddin Chalim, Mudah-mudahan pak kyai Asep dijaga oleh Allah, panjang umur dan selalu membimbing kita,” kata Gus Miftah.
Saat ini kiai menjadi Ketua Umum Pergunu serta pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto dan Surabaya. Kiai Asep dikenal sebagai kiai kaya dan dermawan.
Seusai memberikan tausiyah, Gus Miftah memberikan pesan kepada para guru, khususnya guru di Nahdlatul Ulama agar terus semangat menjadikan Nahdlatul ulama sebagai azas untuk berjuang.
“Insya Allah selamat dunia akhirat,” pungkasnya.
Kongres Pergunu ke III ini digelar 26-28 Mei 2022. Sebelumnya jamaah pengajian diajak bersama-sama melantukan sholawat bersama Grup Sholawat Az Zahir dari Pekalongan.
Sementara itu kiai Asep Saifudin Chalim dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran jamaah untuk bersholawat bersama merupakan bukti kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Cinta pada Rasul balasannya adalah surga. semoga bapak ibu semua yang hadir diberikan rizki oleh Allah SWT, rizki yang halal, yang baik dan luas, diberikan rizki untuk ibadah haji dan umrah, serta bisa melihat Allah di suraga-Nya nanti, semoga setelah mengikuti sholawat malam hari ini kita bisa bermimpi ketemu Rasulullah,” ujar Kiai Asep yang diamini para jamaah. Ym












