Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad Abdullah mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas.
Kondisi cuaca rata-rata di Arab berkisar antara 30 derajat celcius sampai 43 derajat celcius. Ia pun meminta para jemaah tidak banyak beraktivitas di luar ruangan mengingat suhu udara di Arab Saudi cukup panas.
“Jemaah haji kami harap selalu menerapkan protokol kesehatan, makan dan minum tepat waktu dan beristirahat yang cukup,” katanya dalam rilis berita, Selasa (7/6).
Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana memberi tips ke jamaah cara mencegah heat stroke di cuaca yang sangat panas. Dia menjelaskan, cuaca panas dapat menyebabkan kondisi heat stroke, sehingga menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan cukup dan mengurangi berkegiatan di luar ruangan saat matahari sangat terik.
Untuk diketahui, heat stroke atau serangan panas merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, dikarenakan tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Yang bisa dilakukan jamaah yakni menghindari sengatan panas tersebut.
“Pakai payung. Kemudian jangan pergi jalan langsung kena sinar matahari. Semprot mukanya (mendinginkan wajah dengan menyemprot air). Basahi mukanya, bawa air. Bisa juga dengan handuk dibasahi air,” urainya.
Menurutnya penting untuk selalu membawa payung dan air minum. Sebab, sering minum penting untuk memastikan tubuh kita terhidrasi dengan baik di tengah teriknya matahari saat ibadah haji. Bagus






