Cegah Radikalisme, Densus 88 Gelar Silaturrahmi bersama Da’i dan Khatib di Sumenep

Sumenep – Densus 88 Mabes Polri menggelar Silaturrahmi bersama para Da’i dan Khatib di Kabupaten Sumenep Madura, Kamis (16/6).

Acara yang diselenggarakan bersama Kemenag Sumenep ini ditempatkan di Aula Kemenag Sumenep dengan tema “Dalam Rangka Penguatan Islam Wasathiyah Untuk Indonesia Damai”.
Sementara itu, Narasumber yang mengisi acara tersebut antara lain Dr. KH. Nawawi Thabrani, M. Hi (Pengasuh Ponpes Al-Azhar Asembagus Situbondo, Anggota MUI Jatim), Dr. Abuya Busro Karim (Mantan Bupati Sumenep dan Pengasuh Ponpes Al-Karimiyyah) dan Febri Ramadhani (Ex Deportan ISIS).

Dalam sambutannya, AKBP Moh Dofir, Kanit 1 Kontra Ideologi Densus 88 Mabes Polri, menegaskan bahwa acara silaturrahmi bersama Da’i dan Khatib ini sangat penting dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia Damai dengan penguatan Islam Wasathiyah.
“Ini sangat penting untuk kehidupan bangsa kita, lebih-lebih karena persoalan Radikalisme yang disebabkan sikap intoleransi selama ini seringkali meresahkan. Karena itu harus kita lawan dan cegah bersama,” terang AKBP Moh Dofir dihadapan para peserta.

Baca juga  Peringatan Harganas, Khofifah Dorong Peran Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah


enurutnya, Pencegahan paham radikalisme ini sangat strategis dengan melibatkan para tokoh, dari Da’i dan khatib yang memiliki peran sentral dalam memberikan nasehat dan pencerahan di masyarakat, meredam berita hoak, ujaran kebencian, dan sebagainya.

“Da’i dan khatib punya peran utama dalam menyampaikan pesan kedamaian dan keteladanan. Karena itu, peran penting mereka sangat kami harapkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dr. KH. Thabroni menjelaskan bahwa persoalan Radikalisme lebih berbahaya daripada covid-19 sehingga keberadaannya harus dilawan.


“Termasuk kelompok radikalisme yang sangat membahayakan dan meresahkan ini adalah kelompok Wahabi Salafi dan ISIS,” terang KH. Nawawi.
Lebih lanjut, pengurus MUI Jatim ini menjelaskan bahwa selama ini, banyak Negara konflik berkepanjangan, seperti Pakistan, disebabkan karena Wahabi salafi masuk di dalamnya, termasuk diantaranya adalah Syiria, Somalia, Pakistan, Iraq, dll.
“Mereka masuk dengan tujuan untuk merusak tatanan dan di Indonesia sendiri mereka ingin menghancurkan,” Jelas KH. Nawawi Thabroni.

Baca juga  Peringatan Harganas, Khofifah Dorong Peran Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah


Pernyataan senada juga disampaikan oleh Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si. Mantan Bupati Sumenep ini menjelaskan bahwa gerakan Radikalisme selama ini ada beberapa macam yang harus diantisipasi bersama.


“Pertama, Radikalisme konstitusi. Kelompok ini berupaya keras untuk merubah Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Kedua, Radikalisme Takfiri, yaitu kelompok yang dengan mudah mengkafirkan orang lain yang tidak sama disebabkan karena perbedaan paham. Ketiga, Radikalisme Jihadis, yaitu kelompok yang suka membunuh dengan alasan perjuangan jihad, dengan menghalalkan segala cara,”. Terang Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si, saat menyampaikan materi dalam acara tersebut. KUR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *