Harapan Besar Rumah Padat Karya: Warga Surabaya Bahagia dan Memiliki Pendapatan

Program rumah padat karya yang digagas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memiliki filosofi dan harapan besar, yang terkandung di dalamnya. Yakni, bagaimana masyarakat Kota Surabaya, bisa mendapatkan pekerjaan dan memiliki penghasilan, dengan cara gotong-royong.

“Mimpi besar saya di program padat karya, adalah semua masyarakat mendapatkan dan memiliki pekerjaan, dengan bahu membahu berjibaku bersama pemerintah kota, dengan berjalan secara gotong-royong, memanfaatkan kebersamaan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (14/7).

Ia menyampaikan, berbagai bentuk program rumah padat karya, yang telah dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, adalah untuk mengajak masyarakat berjuang bersama dan bekerja dengan hati. Dimana melalui rumah padat karya tersebut, ada sinergi yang dibangun, antara pemerintah kota dengan masyarakat, pihak swasta, hingga semua investasi yang masuk, di Kota Pahlawan.

Baca juga  Tera Timbangan Gratis Keliling Pasar, Jaga Kepercayaan Pedagang dan Konsumen

“Dan kita bisa melihat, sudah ada sekarang, gotong-royong yang ada di rumah padat karya. Jadi, mimpi besar kita, adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia, ketika kita bekerja dengan hati, dengan mengedepankan dan mengutamakan jiwa gotong-royong, masyarakat Surabaya,” jelasnya.

Oleh karenanya, melalui program padat karya tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi, berharap seluruh warga Surabaya bisa bahagia. Namun, sebuah kebahagiaan dikatakannya, tak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja.

“Tapi (kebahagiaan) dari semua sisi bisa dilihat. Nah, yang saya inginkan, adalah seluruh warga Surabaya bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp 4 juta, atau yang saya inginkan adalah Rp 7 juta,” tutur dia.

Tentu saja, Wali Kota Eri Cahyadi mengakui tak mudah, ketika harus bekerja sendiri untuk mencapai kebahagiaan tersebut. Namun, hal tersebut akan menjadi mudah, apabila dikerjakan secara gotong-royong bersama masyarakat.

Baca juga  Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus Siapkan Sistem Penilaian Penumpang

“Ini akan menjadi mudah kalau kita bisa bekerja, dan membangunnya dengan gotong-royong, dengan menggunakan sistem padat karya tadi, ekonomi kerakyatan,” kata Cak Eri panggilan lekat Wali Kota Surabaya.

Menurut Cak Eri, tidak ada yang paling hebat di Kota Surabaya. Karena baginya, semua akan menjadi satu kesatuan, yang hebat ketika mau bergotong-royong dan mengakui satu sama lain, memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Yang lebih, menutup yang kurang, yang kurang menghormati yang lebih. Sehingga akan menjadi satu kesatuan, saling menghargai, saling menghormati, dengan tagline Surabaya bekerja dengan hati,” ujarnya.

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan, bahwa hidup itu bukan hanya bertujuan, untuk mengejar kekayaan, tapi juga harus bahagia. Namun demikian, untuk mencapai sebuah kebahagian, tentu harus ada pendapatan.

Baca juga  Surabaya Terapkan Penandaan NIK Penunggak Nafkah

“Karena itulah rumah padat karya, gotong-royong kebersamaan untuk menghasilkan pendapatan, maka kita menuju kebahagiaan,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *