Tera Timbangan Gratis Keliling Pasar, Jaga Kepercayaan Pedagang dan Konsumen

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus memperkuat perlindungan konsumen, sekaligus menjaga keadilan bagi pedagang melalui program inspeksi mendadak (sidak), pasar dan pelayanan tera timbangan. Upaya itu kembali dilakukan di Pasar Pahing Rungkut, Surabaya, Rabu (10/6), dengan memeriksa akurasi timbangan milik para pedagang, secara gratis.

Koordinator Sidak Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dicky Hermawan, mengatakan bahwa pelayanan tera merupakan program rutin, yang telah berjalan sejak berdirinya UPT Metrologi Legal. Program tersebut bertujuan memastikan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya, berfungsi sesuai standar sehingga transaksi di pasar, berlangsung adil bagi seluruh pihak.

“Metrologi hadir untuk menjaga kepercayaan antara pedagang dan konsumen. Kami memastikan tidak ada yang dirugikan, karena ketidaksesuaian ukuran timbangan,” kata Dicky.

Ia menjelaskan, seluruh proses pengujian dilakukan menggunakan anak timbangan standar, yang telah dikalibrasi dan tertelusur, hingga Direktorat Metrologi di Bandung. Dengan demikian, hasil pengukuran yang dilakukan petugas, memiliki jaminan akurasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga  Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya memeriksa ketepatan timbangan, tetapi juga langsung melakukan penyesuaian, apabila ditemukan ketidaksesuaian. Bahkan, Pemkot Surabaya menyiapkan tim reparatur untuk membantu memperbaiki kerusakan ringan, pada timbangan tanpa memungut biaya.

“Kalau ditemukan timbangan kurang tepat, kami langsung lakukan perbaikan. Semua layanan ini gratis, sehingga pedagang bisa kembali menggunakan timbangan yang akurat,” ujarnya.

Menurut Dicky, antusiasme pedagang terhadap program tersebut cukup tinggi. Banyak pedagang datang memeriksakan timbangannya, setelah menerima informasi dari pengelola pasar, maupun sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

“Mereka yang masih melayani pembeli biasanya datang secara bergantian, setelah aktivitas jual beli selesai,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pelayanan tera tidak hanya menyasar sektor industri dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi juga pedagang kecil di pasar tradisional. Karena itu, kegiatan sidak dan tera terus digelar secara bergilir, di seluruh pasar Kota Surabaya sepanjang tahun.

Baca juga  Pemkot Surabaya Komitmen Bayar Gaji ke-13 Sesuai Aturan

“Banyak yang mengira tera hanya melindungi pembeli. Faktanya, kami juga menemukan timbangan yang hasilnya, berlebih sehingga justru merugikan pedagang. Karena itu tera penting bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

Jadwal sidak dan pelayanan tera, telah disusun selama satu tahun dan disosialisasikan, melalui berbagai kanal resmi, termasuk kepada kepala pasar dan asosiasi pedagang. “Bagi pedagang yang berhalangan hadir saat jadwal pasar berlangsung, layanan tera tetap dapat dilakukan, di kantor UPT Metrologi Legal Kota Surabaya, di Gedung Siola lantai dua,” jelasnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari para pedagang. Agus, pedagang sembako di Pasar Pahing Rungkut, menilai tera ulang menjadi kebutuhan penting, karena menjamin transaksi berlangsung secara adil, antara penjual dan pembeli.

“Kalau timbangannya akurat, pedagang dan konsumen sama-sama diuntungkan. Apalagi nlayanan ini gratis, tentu sangat membantu kami,” ujar Agus.

Baca juga  Pemkot Surabaya Kebut Penataan Area Plaza KBS

NIa berharap kegiatan tera dapat dilakukan lebih rutin dan menjangkau, seluruh pasar di Kota Surabaya. “Dengan adanya tanda tera pada timbangan, juga menjadi bukti yang meningkatkan kepercayaan pelanggan, terhadap pedagang,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Fahrul Rozi, pedagang lain di Pasar Pahing. Ia mengikuti tera ulang untuk memastikan timbangan, yang digunakan masih sesuai standar. Hasil pemeriksaan menunjukkan, alat timbang miliknya tetap akurat,

“Program seperti ini perlu terus dilakukan, supaya timbangan tetap pas dan tidak merugikan konsumen,” katanya.

Bagi Fahrul, layanan tera gratis yang rutin digelar pemerintah, menjadi bentuk dukungan nyata, bagi pedagang pasar tradisional. “Selain menjaga kepastian usaha, kegiatan ini juga memberikan jaminan, kepada masyarakat bahwa barang yang dibeli ditimbang, secara tepat sesuai standar yang berlaku,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *