Konjen Australia MS Fiona Hoggart mengunjungi SMA Muhammadiyah Dua (Smamda) Surabaya pada Kamis (28/7).
Kunjungan siang itu bertujuan untuk membangun tali persahabatan. Selain itu, kerja sama Konjen Australia dengan Smamda yakni saling membangun komunikasi dari segi budaya, bahasa, pendidikan, utamanya meningkatkan pertukaran pelajar.

Seperti diketahui, Ms Fiona di awal masa jabatanya, selain bermaksud silaturahmi juga ingin mengetahui lebih jauh Smamda sebagai salah satu sekolah BRIDGE (Building Relationships Through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) yang aktif di Surabaya. Ms Fiona juga ingin mengetahui jalinan kerjasama smamda dengan sekolah di Australia.
Smamda sudah tergabung dengan Bridge sejak tahun 2008. Sekolah partner smamda adalah Lorne P12 College, yang berlokasi di Victoria. Pada tahun 2009 smamda mengirimkan guru ke Australia melalui program Bridge. Kunjungan di mulai pada tahun 2011. Setiap tahunnya secara bergiliran sekolah Lorne dan smamda melakukan kunjungan. Kunjungan terakhir sekolah Lorne ke Smamda pada Juni 2019 lalu. Sedangkan kunjungan smamda ke Lorne terakhir kalinya pada Maret 2020 lalu.
Selain sekolah Lorne P12 College smamda memiliki satu sekolah partner yaitu Goulbourn Valley Grammar School (GVGS), Shepparton yang juga berlokasi di Victoria.
Penandatangan MoU dengan sekolah GVGS dilakukan pada tahun 2014. Pada tahun 2015 guru dan siswa siswi GVGS berkunjung ke Smamda. Tahun berikutnya Smamda yang berkunjung ke GVGS. Kunjungan Smamda terakhir kali ke GVGS pada Februari 2019 lalu
Ketika memberikan sambutan, Kepala Smamda Surabaya, Astajab MM dihadapan Konjen Australia, menjelaskan, Smamda sudah membangun kerjasama dengan sekolah Australia sejak tahun 2008.
“Insya Allah saat itu pertama kali di Indonesia. Sebagai tuan rumah, Smamda Surabaya yang pertama,” ungkapnya.
Begitu juga ketika sudah 10 tahun kerja sama yang aktif berjalan dengan baik. Pada tahun 2011, lanjut Astajab, guru dan siswa Smamda dalam rangka sister school, diberangkatkan ke Australia.
“Itu dilakukan setiap tahun. Hingga tahun 2019 siswa dari Australia ke Smamda dan Februari 2020. Namun setelah itu, era pandemi,” sambungnya.

Pihak Smamda bersyukur dengan kerja sama ini, siswa bisa belajar budaya, pengetahuan di sekolah. “Tahun 2014 kami menambah pertukaran pelajar di sekolah di Shepparton GVGS. Jadi ada dua sekolah di Australia saat sister school. Di Lorne School dan GVGS,” tegasnya.
Astajab berharap, kedepan Smamda bisa meningkatkan hubungan kerja sama antara Smamda dan Konjen Australia atau Indonesia dengan Australia.
“Jika konjen ada kegiatan, maka Smamda siap menjadi tuan rumah,” pungkasnya.

MS Fiona pun bangga bisa berkunjung ke Smamda Surabaya. Menurutnya, 10 tahun lebih Smamda dan sekolah Australia berkerja sama. Karena itulah, MS Fiona berupaya untuk meningkatkan kerja sama tersebut. Diantaranya memberikan akses ke Smamda Surabaya agar bisa menambah jumlah sister school di Australia.
“Tentu saya sangat bahagia dan bangga dengan kerja sama ini. Mudah-mudahan ini semakin meningkat. Tahun depan, saya harap siswa Smamda bisa datang ke sekolah di Meurlbone dan Victoria,” pungkasnya.
Saat pertemuan itu, Konjen Australia MS Fiona dan Smamda saling memberikan cinderamata sebagai tanda untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan. Bg






