Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kabar duka tengah menyelimuti umat muslim Indonesia atas wafatnya KH Abdul Nashir Fattah.
Diketahui, beliau merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) kharismatik di kota santri yang menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Ahad (28/8) pukul 06.30 WIB pagi.

Beliau juga Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang dan juga pengasuh Pondok Oesantren Tambak Beras.
Ketika dikonfirmasi majalahnurani.com, Ketua Lesbumi Gubeng Surabaya, Ustad H Taufik Hidayat membenarkan kabar itu. “Kami turut menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian beliau,” ungkapnya.
KH Abdul Nashir Fattah yang lahir pada tanggal 24 Juli 1956 sejak beberapa waktu lalu dirawat intensif di Rumah Sakit (RS) Dr Suotomo Surabaya setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang.
Kyai Nashir dirawat di RS Sutomo kurang lebih 1 bulan karena infeksi paru-paru di ICU Graha Amerta Surabaya. KH Abdul Nashir Fattah merupakan putra ke 6 dari 8 bersaudara pasangan KH Abdul Fattah Hasyim dan Ibu Nyai Musyarrofah. Bagus












