Keseruan Siswi Belgia di Smamda Surabaya: Belajar Nari Hingga Cicipi Klepon

Pandangan mata Alice Oudot masih fokus tertuju pada pergerakan tangan teman-temannya. Alice juga ikut menirukan gerakan tangan dan tubuh temannya.

Sesekali gadis Belgia ini tertawa lantaran gerakan tangannya tak sama dengan temannya. Keseruan itulah yang dirasakan Alice di hari pertama masuk SMA Muhammadiyah Dua (Smamda) Surabaya, Senin (29/8).

Siang itu Alice tengah belajar Tari Saman dari siswi Smamda. Bahkan, ketertarikannya dengan budaya Indonesia juga disampaikan Alice. Seperti halnya belajar membatik, main dakon, main bola bekel.

“Yes, its difficult,” jawab Alice ketika ditanya majalahnurani.com soal gerakan Tari Saman.

Bahkan, Alice ini sampai-sampai lahap menyantap jajanan tradisional Indonesia seperti lupis, klepon, cenil, ketan dan macam lainnya.
“It’s very delicious,” ungkap Alice sambil melahap klepon berisi gula merah cair.

Baca juga  Pemkot Tutup Panti Asuhan Tak Berizin dan Siapkan Rumah Aman

Alice merupakan Inbound Student (IB) dari program Rotary Youth Exchange (RYE) yang akan belajar di Smamda selama satu tahun. Selama di Surabaya  Alice akan tinggal dengan keluarga Shofia Anyunari kelas XI MIPA 1, yang juga diberangkatkan ke Belgia.

Kepala Smamda, Astajab MM bersyukur sekolahnya kedatangan tamu siswa dari Belgia.

“Alhamdulillah kita kedatangan tamu siswa yakni Alice. Seminggu lalu siswa
Smamda juga dikirim ke Belgia selama satu tahun untuk belajar pengetahuan dan budaya disana,” kata Astajab.

Smamda menjadi salah satu sekolah tempat student exchange. Dijelaskan, bahwa tahun 2019-2020 Smamda juga kedatangan siswa dari Meksiko. Namun baru berjalan beberapa bulan, kemudian ada pandemi dan akhirnya pulang.

Baca juga  SD Mudipat Launching Program Sedekah Karpet dan Rekor MURI 1.000 Judul Buku

“Kemudian juga pernah dari Denmark, Brazil selama satu tahun belajar di Smamda. Smamda juga memiliki sister schhol, dari sekolah  Singapura, Cina, Taiwan, Netherland, Australia, Turki dan Jepang,” paparnya.

Menurut Astajab  progam ini dalam rangka memberi pengetahuan, membuka cakrawala siswa agar luas. Sebab tantangan siswa kedepan itu global.

“Kami berharap anak anak kita tidak kalah dan mampu bersaing dengan luar negeri. Jangan sampai anak anak jadi penonton. Tapi harus jadi pemain. Maka itu anak kita bekali dengan program sister school, student exchange,” tambahnya.

“Kami juga berharap Alice bisa belajar bahasa Indonesia. Termasuk anak Smamda juga bisa meningkatkan interaksi belajar bahasa Inggris,” pungkas Astajab. Bagus

Baca juga  Kemendikdasmen Terbitkan Protokol Pembelajaran Darurat Dampak Karhutla Kalimantan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *