Belakangan banyak jamaah umrah yang gagal berangkat lantaran langkanya vaksin meningitis. Hal ini menjadi sorotan Ketua Bidang Kesehatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), dr Endy Astiwara.
Dia menyampaikan bahwa krisis vaksin meningitis untuk jamaah umrah berdampak sangat luas. Misalnya karena hotel dan transporatsi sudah di-booking, tiket pesawat sudah di-booking, calon jamaah pun sudah mengajukan cuti ke instansi masing-masing, dan calon jamaah dari pelajar dan mahasiswa sudah mengajukan izin tidak masuk sekolah/kuliah.
“Akan tetapi semua ini kandas, hanya karena pemerintah tidak dapat melakukan tugasnya untuk menyediakan vaksin sesuai kebutuhan rakyat Indonesia yang akan berumrah,” ujarnya kepada majalahnurani.com, Sabtu (24/9).
Menurutnya, Pemerintah harus bertanggungjawab atas kelangkaan vaksin meningitis ini, karena dapat mengakibatkan sekian ratus ribu jamaah umrah yang akan gagal berangkat akibat dari itu.
“Dan untuk sementara, Pemerintah segera melakukan diskresi atau relaksasi tentang regulasi kewajiban vaksin meningitis bagi jamaah umrah selama krisis vaksin ini terjadi,” tegasnya. Bg






