Talkshow Edufair, Smamda Hadirkan Motivator Sherly Annavita

SMA Muhammadiyah Dua (Smamda) Surabaya menggelar kegiatan Education Fair 2022 pada Sabtu (5/11). Yang spesial, pada EduFair kali ini Smamda menghadirkan Sherly Annavita Rahmi, motivator remaja sekaligus konten kreator di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Smamda Astajab, S.Pd, MM  menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari education fair yang diadakan rutin setiap tahun.

“Kami berharap dengan adanya talkshow ini siswa mempunyai wawasan terkait program studi lanjut juga memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dalam meraih sukses dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini, imbuh Astajab, juga  ada penjelasan dari psikolog terkait hasil psikologi siswa. “Saya yakin anak tumbuh dan berkembang maksimal. Itu proses menuju kesuksesan. Hasil tes psikologi  ini menjadi bekal siswa ketika memilih perguruan tinggi,” sambungnya.

Baca juga  Haflatul Wada’ SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo Jadi Ajang Pelepasan, Doa dan Penguatan Masa Depan Lulusan

Pada puncak acara yakni talkshow, sang motivator Sherly mengajak siswa Smamda memahami lebih dulu kategori tipikal manusia. “Teman-teman, 10 tahun ke depan kalian mau jadi apa? Maka itu, perlu kita pahami bersama tipikal manusia,” seru dia kepada 391 siswa yang hadir kala itu.

Pertama, tipikal manusia pesimis. Dimana tipikal ini, seseorang mengkerdilkan, mengecilkan dirinya sendiri. “Seringkali berkata ‘ah’,” ujarnya.

Kemudian tipikal manusia realistis. Pada tipikal ini, manusia kadang melempar tanggung jawab ke sekitar. “Kerap berkata ‘ya.  Mereka senang dibentuk lingkungan. Bukan membentuk lingkungan,” urainya.

Nah paling tidak, tegas Sherly, siswa Smamda bisa menjadi manusia optimis. Apa itu? Manusia yang selalu menyisahkan space untuk berpikir apapun kondisinya.

Baca juga  Mendikdasmen dan Khofifah Lepas Ribuan Lulusan SMK Kerja Magang ke Luar Negeri

“Di tangan manusia optimis, sesuatu realitas di sekitar akan dibentuknya,” terang Sherly.

Pada tahap yang tertinggi, cerita Sherly lagi, yakni manusia progresif. Ekspetasi itu harus ada. Menurutnya siswa Smamda harus menjadi manusia progresif.

“Selalu berpikir kreatif tapi tetap solutif. Keep going, keep moving di situasi terjepit. Semoga kita jadi manusia progresif. Amin,” pungkasnya disambut riuh tepuk tangan semua siswa Smamda. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *