IKHAC Mojokerto Gelar Seminar Internasional, Dihadiri Profesor dari Al Azhar Mesir, Sudan dan Syiria

Institut Pesantren KH Abdul Chalim atau IKHAC Pacet, Mojokerto menggelar seminar internasional The2nd ICOses (International Conference on Research and Community Services) selama dua hari 12-13 November 2022 di kampus IKHAC, Pacet, Mojokerto.

Seminar Internasional dengan tema Spiritual Education as A Countermeasure to Mora Frcadenves in The Mids og Social Phenomenon tersebut mendatangkan sejumlah Profesor luar negeri, seperti dari Universitas Al Azhar Mesir, dari Sudan dan Syiria. Turut hadir dalam pembukaan seminar internasional Pengasuh Amanatul Ummah boarding scholl KH Dr KH Asep Saifusdin Chalim MA, Wakil Gubernur Jatim Dr H Emil Dardak, B Bus, M.Sc, Wakil Bupati Mojokerto Dr H Muhammad Albarra Lc, M Hum, serta Rektor IKHAC Dr H Mauhiburrahman Lc, M. IRKH.

Baca juga  Khofifah Dilantik Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Layani 44 Ribu Jemaah
Seminar Internasional di IKHAC Mojokerto

Dalam sambutannya, Wabup Mojokerto Muhammad Albarra menyebut bahwa problem masyarakat saat ini terkait akhlak yang tercela, banyak penyimpangan akhlak, tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu pada siang hari ini yang penuh berkah, IKHAC mengadakan seminar internasional yang akan membahas tentang pendidikan ruh untuk memperbaiki kondisi sosial agar terhindar dari akhlak tercela.

“Yang akan berbicara bukan ulama biasa, tapi punya kapasitas dan kapabilitas yang tidak mungkin diragukan, contohnya Prof Muhanna dari Mesir. Beliau ulama besar di Al Azhar dan alhamdulillah bisa hadir bersama kita,” ujar Muhammad Albarra yang juga Ketua Yayasan Amanatul UmmahUmmah, Sabtu(12/11/2022).

Gus Barra, sapaan akrab Wabup berharap ratusan peserta seminar Internasional ini mendapatkan berkah dari Profesor dan ulama di seminar internasional ini.

Baca juga  Kyai Halim Soebahar Terpilih Jadi Ketum MUI Jatim 2025-2030

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan, Jawa Timur dikenal sebagai provinsi yang memiliki banyak pesantren, salah satunya IKHAC. Menurut Emil, IKHAC merupakan perguran tinggi yang menjawab modernisasi pendidikan tetapi juga melestarikan kearifan yang diwariskan dari sistem pendidikan dan pengasuhan pesantren.
“Saya melihat seminar seperti ini, bisa mendatangkan pembicara dari Mesir, Sudan dan Syiria ini menjadi satu wadah yang baik untuk memperdalam kaidah ilmu dan kemudian bisa disyiarkan dengan luas oleh segenap civitas akademika IKHAC,” ujar Emil Dardak.

Ditambahkan Emil Dardak, Pemprov Jatim sejauh ini terus mendorong pendidikan pesantren dari banyak sisi, mulai program Madin (Madrasah Diniyah), beasiswa guru Madin dan sebagainya. Selain itu atensi ibu Gubernur jatim terhadap pendidikan berbasis pesantren sangat tinggi.

Baca juga  Khofifah Dilantik Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026, Layani 44 Ribu Jemaah

“Alhamdulillah, prestasi terus membaik dengan Jawa Timur menjadi juara umum MTQ baru-baru ini. Kita ingin sistem pendidikan berbasis keagamaan menjadi bagian integral dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkas Emil Dardak.

Turut hadir pula sebagai pembicara Syeikh Muhammad Ahmad Khotib dari Sudan, Dr Syarif Dhou dari Syiria, Syaikh Dr Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dari Al Azhar Mesir, prof Dr Fathi Abdurahman Hijazi, prof Dr Muhammad Mehanna dari Mesir, Dr Mahmoud Fathy Abdurrahman Hegazy dari Mesir, Syaikh Muhammad Husein Barqawi dari Mesir, serta sejumlah Profesor dari Indonesia seperti Prof Dr H Junaidi M. Pd, Ph.d, Prof Dr Didi Suktadu MA, dan Prof Dr Muhammad Mehana. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *