Kiai Asep Fasilitasi Halaqoh Media Pesantren se Jatim di Ponpes Amanatul Ummah

Halaqoh dan Malam Penghargaan Festival Media Pondok Pesantren Jatim tahun 2022 digelar di Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Sabtu (24/12/2022) pagi. Ratusan santri yang mewakili ratusan pesantren di Jawa Timur itu berkumpul untuk menyamakan visi mengembangkan kemediaan di Pondok pesantren.

Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof Dr Asep Saifuddin Chalim kepada awak media mengatakan, pihaknya memfasilitasi kegiatan para santri di Jawa Timur itu agar santri mampu menjadi bagian dari media, baik sebagai penyiar maupun penulis.

“Sekarang ini membuat media itu yang menjadi pemikiran bersama (pesantren), pesantren mana yang mempunyai media yang dikenal, kalau media lokal saja saya rasa bisa membuatnya. Semangat itu dikembangkan, disosialisasikan kepada santri,” ungkap Kiai Asep, sapaan akrabnya.

Baca juga  Komisi II DPRD Kota Mojokerto Soroti Serapan Anggaran OPD Semester I 2026, Dorong BPKPD Pacu Kinerja
Kiai Asep (Kopyah Putih) memfasilitasi Halaqoh Media Pondok Pesantren se Jatim

Kiai Asep bangga dengan antusias para santri yang ikut dalam halaqoh tersebut. Total ada 450 peserta se Jatim. Fasilitas tempat, penginapan dan konsumsi selama tiga hari diberikan gratis karena ditanggung oleh Kiai Asep.

“Untuk menyelenggarakan (halaqoh) butuh biaya, butuh tempat, dan sebagainya, berapa besar biayanya, pesertanya 450 orang se Jawa Timur, disini gratis, itu kan kita menolong. Saya melihat antusias peserta luar biasa, para santri kelihatan pintar-pintar,” tegasnya.

Dalam halaqoh tersebut, ratusan santri mendapatkan banyak ilmu dari Sastrawan Zawawi Imron dan Mas’ud Adnan, penulis buku biografi Kiai Asep. Keduanya menjadi narasumber dalam kegiatan itu.

Zawawi Imron memotivasi peserta untuk produktif menulis, baik menulis sastra, puisi maupun menulis artikel berita.

Baca juga  HUT Ke-75 IBI, Bupati Mojokerto Prioritas Penanganan Kesehatan Ibu dan Anak

“Yang penting (santri)terus semangat menulis, jangan sastra melulu, tetapi artikel dan berita juga ditulis. Ini penting untuk meng-konter berita-berita bohong,” terang Zawawi Imron yang pernah menjadi penulis kolom setiap hari Ahad di koran Jawa Pos selama 10 tahun.

Zawawi Imron menerima buku “Kiaiku” Karya peserta Halaqoh Media Pondok Pesantren se Jatim yang digelar di Ponpes Amanatul Ummah

Sementara itu Mas’ud Adnan juga mengapresiasi halaqoh ini. Sejak lama dia punya keinginan untuk membangkitkan jurnalisme di pesantren.

“Apresiasi untuk kegiatan ini, kegiatan sangat cerdas. Saya sebagai praktisi media sudah lama berfikir membangkitkan jurnalisme di pesantren karena jurnalistik di pesantren mengalami kemandegan,” terang owner Harian Bangsa ini.

Menurut Mas’ud Adnan, fakta di Indonesia belum ada media di Indonesia yang menunjukkan referensi media pesantren yang betul-betul hebat sesuai standar jurnalistik.

Baca juga  Gandeng MUI, TP2MB Kabupaten Mojokerto Razia Penjualan Minuman Beralkohol di NIP

“Saat ini mengalami kemandegan, padahal dulu banyak ulama yang produktif menulis kitab-kitab, seperti Kiai Hasyim Asyari,” Pungkasnya.

Dalam halaqoh tersebut, masing-masing santri delegasi dari pesantren diwajibkan menulis biografi pengasuh Pondok Pesantren masing-masing. Kumpulan tulisan itu kemudian digabung dan dicetak menjadi buku dengan judul “Kiaiku”. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *