Wali Kota Surabaya Ingin Jadikan eks THR-TRS Wisata Murah

Kompleks eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS), yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, berencana dibangun kembali, di tahun 2023. Rencananya, kedua tempat hiburan legendaris di Kota Pahlawan ini, akan dijadikan satu kawasan destinasi wisata murah, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pembangunan kompleks eks THR-TRS, akan dimulai pada tahun 2023. Tentu saja dalam tahap rencana pembangunan, pemkot juga meminta pendampingan, dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Pengerjaan Insyaa Allah mulai tahun (2023) ini. Ini sudah mulai kita melakukan pendampingan – pendampingan, dari kejaksaan tinggi. Insyaa Allah, kita mulai di bulan depan pemilihannya (investor),” kata Wali Kota Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (24/1).

Baca juga  Dispendik Surabaya Paparkan Skema Perhitungan Jalur Prestasi SPMB 2026/2027

Wali Kota Eri juga mengungkapkan, bahwa biaya pembangunan ulang kompleks eks THR-TRS, dengan luas sekitar 5,2 hektar, nantinya dilakukan melalui kerjasama investor. Pihaknya memastikan, saat ini pemkot tengah membahas, skema kerjasama yang tepat, apakah nanti melalui lelang atau sewa.

“Apakah dia (investor) nanti pakai sewa, atau apa nanti. Tapi, memang saya mintanya itu wisata murah, paling larang (mahal) kan (tiket) Rp25.000,” kata Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya.

Menurut Cak Eri, apabila melalui sewa, maka mekanisme kerjasama eks THR dan TRS, tidak perlu lewat lelang. Sementara jika menggunakan lelang, maka kerjasama bisa dilakukan melalui skema BOT (Build, Operate and Transfer), atau BTO (Build, Transfer, Operate).

Baca juga  Pemkot Surabaya Perkuat Transparansi dan Tutup Celah Penyimpangan

“Kita lihat, kalau BOT atau BTO, maka kita lelang, kalau sewa kan tidak. Tapi ada beberapa kemarin, yang menyampaikan ya sudah kita lihat, kalau dia (investor), mengajukan secara sewa silahkan,” paparnya.

Namun demikian, Cak Eri juga berpesan kepada calon investor, agar konsep penataan wisata eks THR-TRS ke depan, banyak menyediakan ruang terbuka untuk keluarga. Termasuk pula tidak meninggalkan keberadaan panggung kesenian tradisional, seperti ludruk dan ketoprak, yang sebelumnya pernah ada.

“Saya ingin ada banyak space ruang terbuka, banyak buat keluarga. Terus menampilkan seni ketoprak, seni ludruk. Karena saya tidak ingin warga Surabaya, lupa dengan ludruk, ketoprak dan Srimulat yang dulu mengangkat nama besar Surabaya,” imbuhnya.

Baca juga  Pemkot Surabaya Gandeng Pelindo dan Pusvetma Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Apabila kerjasama dengan investor nanti sudah berjalan, Cak Eri menyatakan, bahwa secara otomatis kompleks eks THR dan TRS selanjutnya, menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Termasuk pula mengenai keamanan, terhadap setiap wahana wisata, yang nantinya ada di sana.

“Kalau nanti sudah ada pihak ketiga, maka secara otomatis pihak ketiga punya kewajiban, untuk melakukan audit, punya kewajiban untuk mengecek (wahana) permainannya,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *