Pagi itu Bagus Cleantex sibuk menata tumpukan kardus berisi sabun cair. Kardus-kardus itu ditumpuk setinggi bahu orang dewasa. Disampingnya, ada dua kulkas dan tiga mesin cuci yang masih segelan dalam kardus.
“Alhamdulillah ini untuk doorprize dibagi-bagikan ke panti asuhan,” ungkapnya membuka perbincangan dengan wartawan majalahnurani.com, kemarin Ahad (19/3).
Rupanya itu semua sengaja disedekahkan ke panti asuhan Muhammadiyah dalam acara Tarhib Ramadhan dan Pelantikan Kepala LKSA se-Surabaya yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Kemalaten. Kebiasaannya yang gemar sedekah menjadi kunci kesuksesan pria bernama lengkap Muhammad Bagus Pujianto. Bahkan, di pagi itu saja dia tak ragu untuk menyumbangkan kulkas dan mesin cuci dari kantong pribadinya.
“Niat saya ingin dapat berkah. Berdagang dengan Allah SWT, Insya Allah dapat berkah,” ungkapnya sembari terus bersyukur.
Bapak empat anak yang tinggal di Pondok Maritim Kebraon ini mulai mengungkap kisah hidupnya yang bisa dibilang berliku. Tercatat bahwa Bagus Cleantex merupakan alumni panti asuhan Muhammadiyah Karangpilang. Disitulah Bagus bersandar, berteduh, memejamkan mata serta menimba ilmu agama.
“Alhamdulillah selama di panti saya juga diajari cara membuat beragam sabun. Mulai sabun kamar mandi dan membuat parfumnya. Sehingga Alhamdulillah setelah saya keluar dari panti dan mengembangkan karya saya. Hingga akhirnya saya bisa mengkaryakan orang lain untuk kelangsungan hidupnya,” getar bibir Bagus mengingat dengan mata berkaca-kaca.
Bagus masuk panti Muhammadiyah tahun 2007. Lulus tahun 2010 dan pengabdian hingga tahun 2014. Bagus memulai usahanya sejak sma kelas 2. Saat itu di panti tahun 2008. Dari awal Bagus memang berjualan dan mengembangkan usahanya hingga sekarang berkembang sampai ke pelosok daerah seluruh Indonesia. “Namanya Cleantex Bagus Bermanfaat,” katanya.
Saat ini, Bagus memiliki pabrik dan memiliki distributor di tiap kota se-Indonesia termasuk distributor online. Produksinya ada di Gresik. Total ada 56 karyawan di pabrik Gresik.
Dulu, ketika masih si panti Bagus mengaku sering mengikuti pelatihan. Saat itu dia juga nyambi berjualan di tetangga kanan kiri, sekolah maupun di kantin.
“Panti sangat mensupport memberikan waktu leluasa dalam mengembangkan usaha dagang dan selalu melatih saya dalam berwirausaha,” kenangnya.
Kini, Bagus kerap disebut ‘Sultan’ yang suka bersedekah. Omsetnya sebulan mencapai lebih dari Rp 1 milyar. Bagus juga selalu mensupport untuk anak panti asuhan Muhammadiyah. Dia selalu memotivasi ke anak panti asuhan agar senantiasa gigih dan semangat dalam berusaha.
“Insya Allah usaha tidak akan mengkhianati hasil. Selalu istiqomah melakukan kebaikan,” pungkas sang milarder ini.












