Menjelang perayaan Idul Fitri, harga barang kebutuhan pokok selalu naik. Kantor Wilayah IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pun meminta pedagang tidak memanfaatkan momentum lebaran Idul Fitri 1444 H dengan menaikkan harga barang kebutuhan sehingga membuat masyarakat resah.
Ini dijelaskan Kabid Kajian dan Advokasi Kanwil IV KPPU, Hasiholan Pasaribu saat diwawancarai Bagus wartawan majalahnurani.com, Rabu (29/3) di Surabaya. “Karena permintaan banyak, akhirnya pedagang naikkan harga tinggi. Mohon jangan dilakukan,” ujarnya.
Bagi masyarakat juga diharapkan tidak panic buying jelang Idul Fitri. Kebiasaan masyarakat, kata Hasiholan, setiap momentum hari besar keagamaan, masyarakat selalu panic buying.
“Kayak kasus minyak goreng kemarin. Karena minyak langka, akhirnya semua panik berlomba-lomba memburu minyak goreng. Masyarakat jangan panic buying,” sambungnya.
Pemerintah, terang Hasiholan, seperti Kementerian Perdagangan dan pihak terkait lain, memastikan bahwa pasokan barang kebutuhan saat Idul Fitri telah dijamin ketersediannya.
“Cuma memang kebiasaan masyarakat kita ini cepat panik begitu ada isu. Sehingga seolah-olah pasokan barang itu kosong,” jelasnya.
Diharapkan kepada masyarakat tidak perlu lagi panik jelang Idul Fitri. Sebab pasokan barang kebutuhan, hasil koordinasi KPPU IV dengan Dinas Provinsi, menjamin ketersedian pasokan. Jika nanti ada isu-isu ada harga melambung, maka Hasiholan menegaskan bahwa KPPU siap turun ketika ada laporan.
“Bahkan saat ini KKPU sudah turun ke lapangan untuk memantau harga pasar,” terangnya.
KPPU sendiri akan melakukan operasi pasar H-3 Idul Fitri. Operasi pasar ini akan dilakukan di dua lokasi Surabaya. Bagus







