Ramadhan Mubarak di Smamda, Pelajar Belgia Ikut Praktik Mengkafani Jenazah

Ramadhan Mubarak 1444 H di Smamda (SMA Muhammadiyah) Surabaya sungguh berkesan bagi Alice Audot. Pasalnya, Alice yang tercatat di Smamda sebagai pelajar asing asal L Institute de L Enfant Jesus di Kota Nivelles, Belgia, itu mengaku memiliki pengalaman tersendiri saat Ramadhan Mubarak. Tepatnya saat dia mengikuti proses memandikan dan mengkafani jenazah.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Sangat berkesan cara merawat jenazah secara Islam,” ungkapnya diwawancarai, Kamis (6/4) di Masjid Nurul Ilmi Smamda Surabaya.

Alice mengaku, di negaranya Belgia, cara merawat jenazah seperti dipraktikan guru Smamda, tidak ada. Namun, menurutnya itu merupakan pengalaman berkesan lantaran dia mendapatkan ilmu baru secara Islam.

Baca juga  Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Pendaftaran hingga 25 Juli

“Di negara saya tidak ada. Kalau merawat jenazah secara Kristen, saya sudah tahu. Kalau Islam ini pertama kali,” ungkapnya tersenyum.

Kepala Smamda Surabaya Astajab MM mengakuiĀ  bahwa siang itu Alice turut bergabung dalam praktik merawat jenazah di kegiatan Ramadhan Mubarak. Menurut Ustaz Astajab, dengan begitu Alice bisa mengetahui proses merawat jenazah secara Islam.

“Kita minta Alice ikut. Supaya memahami bagaimana umat Islam dalam merawat jenazah,” ucapnya.

Ustaz Astajab melanjutkan, pada praktik perawatan jenazah tersebut diikuti seluruh siswa kelas XII. Praktik perawatan jenazah langsung dibimbing oleh Ustazah Tarsianah dari PD Aisyiyah Surabaya.

“Harapannya, siswa bisa mengurus jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkan,” tegasnya. Bagus

Baca juga  Pemkot Beri Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Siswa SMA/SMK Sederajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *