Masya Allah, Siswa SD Al Falah Berbagi Bingkisan & Uang Saku Jelang Lebaran

SD Al Falah Surabaya menggelar praktik sholat Idul Fitri pada penutupan Pondok Ramadhan, pada Kamis (13/4). Selain itu, juga ada penerimaan zakat dan dongeng Ramadhan. Istimewanya lagi, di kegiatan pagi itu siswa SD Al Falah Surabaya membagikan puluhan paket alat tulis, makanan ringan dan uang saku ke siswa tak mampu dari sekolah lain menjelang lebaran ini. Masya Allah! Tentu momen ini membuat kagum siapa saja yang melihatnya.

Terlihat puluhan siswa sekolah lain berjajar dan kemudian siswa SD Al Falah secara bergantian membagikan bingkisan dan uang saku.

Kepala SD Al Falah Ustazah Yuni Wakhidah menuturkan, kegiatan itu merupakan penutup rangkaian Pondok Ramadhan yang diikuti kelas 1 sampai 6.

Baca juga  Semarak FamFest 16 Sekolah Kreatif, Tampilkan Bakat Spektakuler Siswa

“Sementara kelas 4 dan 5 ada kegiatan Malam Bina Taqwa mulai sore ini, sampai besok di Masjid daerah Kodam,” ujarnya.

Ustazah Yuni menjelaskan, pihaknya mengundang beberapa siswa dari sekolah sekitar. Mulai dari SD Tunas Bangsa, SD Dakwatul Hasanah, Al Islah, Al Furqon dan SD Bahagia. Para siswa ini sebelumnya juga ikut sholat Id dan mendengarkan dongeng terlebih dulu.

“Total 35 siswa tak mampu dari 5 sekolah,” ungkapnya.

Tujuan berbagi ini, masih kata Ustazah Yuni, untuk menjalin silaturahim ke sekolah sekitar. Tak kalah pentingnya lagi yakni menumbuhkan empati ke siswa mengenai kepedulian.

“Menanamkan rasa syukur bahwa mereka (siswa) lebih beruntung. Tahun depan Insya Allah akan menambah kuota siswa,” harapnya.

Baca juga  Kemendikdasmen Pastikan Bahasa Daerah Harus Hidup di Ruang Kelas hingga Ruang Digital

Arsyafi, siswa kelas 3C yang menjadi imam sholat Id saat itu mengaku senang bisa berbagi dengan teman yang bukan satu sekolahnya. Selama ini dia mengaku diajari ustazahnya agar selalubpeduli dan berbagi. Soal jadi imam sholat Id, Arsyafi mengaku gerogi. “Gerogi dikit. Soalnya imamin banyak orang. Latihan cuma 1 minggu,” ungkapnya.

Sementara Zain, siswa  kelas 3A yang menjadi khotib saat itu juga mengaku bahagia. Pasalnya dia mendapat banyak teman dari sekopah lain. “Iya senang. Kenalan sama temen yang ga satu sekolah,” ucapnya.

Soal jadi khotib, Zain mengaku tidak ada kesulitan. Bocah yang gemar olahraga bela diri dan main drum ini berceramah soal adab di Bulan Ramadhan. “Ya kita tidak boleh marah saat puasa,” ceritanya sambil tersenyum. Bagus

Baca juga  Kemendikdasmen Tegaskan Anak Usia di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *