Warga Nilai Aplikasi Pintar Sukses, BI Jatim Bakal Tambah Kas Keliling

Warga Jawa Timur menilai bahwa menukar uang secara online dengan aplikasi pintar di jalur drive thru, sangat cepat dan mudah.

Sebut saja Ariani, warga Gresik yang menukar uang di  jalur drive thru Bank Indonesia Surabaya pada Sabtu (15/4) siang untuk kebutuhan lebaran.

Menurutnya tukar uang secara online dengan aplikasi pintar, memudahkan dirinya tanpa antri panjang dan lama.

“Saya kira cara seperti ini sukses. Dan kalau bisa tempatnya tidak hanya disini (kantor BI),” ujarnya dimintai tanggapan.

Kepala KPw BI Jatim (Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur) Budi Hanoto juga memaparkan hasil evaluasi penukaran uang secara drive thru dengan menggunakan aplikasi pintar yang berjalan dua minggu.

Dijelaskan bahwa pihaknya selalu ingin memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. Salah satunya cara penukaran uang  menggunakan aplikasi pintar. Hasilnya, dengan aplikasi pintar, maka masyarakat dengan mudah dan tidak perlu antri lama ketika drive thru.

“Kalau kami tidak melakukan aplikasi pintar, hanya go show, itu antrinya panjang,” ungkap Budi diwawancarai majalahnurani.com, usai kegiatan Bincang Bareng Media di Ruang Singosari Lt.5 Kantor BI Jatim, Sabtu (15/4). Sebab  itulah, akhirnya dalam dua minggu ini BI Jatim menggunakan aplikasi pintar. Di aplikasi pintar, maka masyarakat bisa memindainya sendiri dan memilih jam penukarannya.

“Alhamdulillah sekarang teratur dan serapannya tetap tinggi,” sambungnya.

Yang kedua, papar Budi, BI akan melihat beberapa tempat yang diperlukan lagi agar semakin memudahkan masyarakat dalam menukar uang. Budi tak menampik bahwa minat, animo masyarakat akan kebutuhan pecahan uang kecil menjelang hari besar keagamaan sangat tinggi.  Kebutuhan untuk transaksi, untuk kembalian, parkir dan uang saku si kecil.

“Seperti stasiun, pusat perbelanjaan, pasar-pasar mungkin akan ditambah kas keliling lebih banyak lagi. Supaya tidak terpusat dengan bank yang ada spanduknya penukaran uang saja. Tapi kita juga bisa jemput bola. Misal ke tempat ibadah seperti wisata religi Sunan Ampel, Sinan Giri. Misalnya ada modal Rp 300 juta,  maka bisa terserap semuanya,” jelasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *