Sekitar 250 siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 3 Surabaya (Smamga) beserta guru dan karyawan nonton bareng (nobar) film Buya Hamka di GCV Cinema Giant Maspion Square Mall Surabaya, Kamis (4/5). Kegiatan belajar dipulangkan pukul 12.00 wib lebih awal dari jam biasanya. Setelah melaksanakan sholat duhur seluruh siswa, guru dan karyawan berangkat menuju lokasi Studio. Tepat pukul 13.00 wib film pun di mulai.
Waka Humas dan Ismuba Nafi’ Udin. S.Hi, mengatakan nobar ini adalah bagian dari kegiatan belajar diluar sekolah (outdoor) dalam rangka untuk mengenalkan pada siswa (generasi) saat ini yakni sosok tokoh dan ulama’ besar Buya Hamka. Buya Hamka memiliki nama Abdul Karim Amrullah yang juga merupakan salah satu ulama’ Muhammadiyah.
“Bisa dikatakan anak anak generasi saat ini pada abad dengan tokoh, ulama besar yang ada di Indonesia termasuk Buya Hamka. Karenanya sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk ikut menyaksikan film ini,” ujar Nafi.

Sumaryanto, S.Pd, Waka kesiswaan sekaligus guru sejarah yang ikut mendampingi di nobar ini mengatakan, Buya Hamka dalam Sejarah dikenal sebagai Ulama Sufi yang karyanya menghiasi berita di Hindia Belanda seperti Tenggelamnya Kapal Van de Wijck.
Dalam masa pergerakan Buya Hamka satu-satunya yang dengan ke Tauhid annya menentang perintah Seikerei (Membungkukkan dan menghadap ke Matahari) menyembah Dewa Matahari, ketika masa kemerdekaan Republik Indonesia. Buya Hamka ulama yang pernah bertolak belakang dengan Sukarno tetapi dengan ke sufi annya tetap pada pengajaran Islam Modern (Islam Berkemajuan).
“Sehingga dari kacamata Sejarah Buya Hamka Seorang Ulama Sufi yang menjadi tauladan generasi muda saat ini tentang perjuangan dan keromantisan. Yang tidak kalah menariknya beliau termasuk penulis Roman tentang cinta,” katanya.
Keceriaan dan antusias nampak pada raut semua siswa yang ikut hadir di GCV Cinema Giant Maspion Square Mall Surabaya. Salah satunya Kurnia Putri Santoso XI IPA 3. “MasyaaAllah seru banget katanya. Kita bisa jalan jalan ke Mall dan bisa belajar lewat nobar,” kata siswi denhan bakat MC ini.
Menurutnya usai menonton film, ternyata kehidupan bersejarah itu tetap memerlukan perjuangan sosok wanita yang berperan besar bagi tokoh yang besar. Banyak masyarakat yang belum mengenal sosok Buya Hamka ini dimana beliau ini merupakan pahlawan dibalik layar kesusksesan proklamasi. Beliau telah mengorbankan diri sendiri untuk bangsa beserta agamanya. Begitu besar jasa pahlawan ini untuk saya pelajari semangat serta ketekunannya dalam menuntut ilmu.
“Satu pesan yang saya ingat dari film tersebut adalah kebodohan serta penjajahan adalah perbudakan yang kejam. Ilmu tanpa iman adalah omong kosong. Semoga nanti bisa lagi menyaksikan episode selanjutnya,” harapnya.







