Menteri Sosial (Mensos) Tri Risma Harini hadir dalam Kopdar Nasional ke 14 Komunitas Terong Gosong, di Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar, Sooko, Mojokerto, Sabtu (20/5/2023). Mantan Wali Kota Surabaya itu didapuk menjadi salah satu pembicara dalam Digital Business Coaching Clinik dan Terong Gosong Business Forecast.
Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, yang juga presiden republik Terong Gosong, serta Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury.
Terong Gosong merupakan komunitas yang didirikan oleh Gus Yahya melalui jejaring sosial Facebook pada 13 Mei 2009. Anggota komunitas Terong Gorong ini disebut lebih dari 39 ribu anggota yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial mendengarkan dan menyerap aspirasi dari anggota komunitas, mulai soal kebutuhan Pelatihan Digital Santri, Budidaya Lebah Madu, Beternak Ayam Petelor, Budidaya Lele Sistem Bioflok, hingga soal menyiasati mahalnya harga bahan pokok untuk kebutuhan para santri.
Khusus permasalahan yang terakhir, Mensos Risma menyarankan beberapa pondok pesantren mendirikan koperasi yang khusus untuk menyuplai bahan pokok dengan harga grosir. Koperasi pondok pesantren ini sudah berjalan di Surabaya yang mampu menjual beras sehari 80 ton.
“Dulu saya kasih modal awal mungkin Rp 80 juta, sekarang mungkin menjadi Rp 240 juta. Jadi itu yang menyuplai di pondok-pondok. Itu Beli di Bulog, tapi Bulog tidak mau (jual) kecil-jecil. Jadi saya buatkan gudang penyimpanan selama satu minggu. Kalau bisa begitu, maka bisa dikembangkan ke gula, sabun, bisa saya DO kan ke pabriknya langsung,” ujar Mensos.
Kepada wartawan, menteri Risma menyebut dirinya tidak asing dengan komunitas NU. Sebab kakeknya juga merupakan salah satu pendiri NU. Semua aspirasi yang didapatkan dari forum itu akan ditindak lanjuti sesuai dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) sebagai menteri sosial.
“Saya melihat banyak sekali warga NU yang masih kurang, saya datang ke sini mendengar lansung aspirasi mereka, saya bisa tahu kira-kira apa nanti yang akan kita bantukan sesuai dengan tupoksi saya. Coba nanti saya diskusikan,” ujar Mensos.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya mengatakan bahwa anggota komunitas Terong Gosong rata-rata berasal dari kalangan pesantren. Sehingga diperlukan banyak ide bisnis untuk para santri. Namun ia bersyukur seiring perjalana waktu komunitas Terong Gosong sudah “Naik Kelas”. Terbukti ada anggota komunitas yang diangkat sebagai staf menteri sosial, dan bahkan ia sendiri menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.
“Jadi meminta doa dari anggota Komunitas Terong Gosong agar kami-kami ini diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas,” ujarnya.
Ada yang unik dalam forum dialog tersebut, yakni Menteri Sosial, wakil menteri BUMN dan Ketua Umum PBNU bersama-sama menyantap makan siang menu Terong Gosong bersama anggota komunitas Terong Gosong. Meski menunya cukup sederhana dengan sambal terong, tahu goreng dan ikan kering, namun tidak mengurangi kenikmatan ketiga narasumber menyantap makanan khas santri tersebut. Ym






