Seorang Kakek, jamaah haji asal Kabupaten Sumenep Madura ditemukan kesasar di Tanah Suci Mekah, Ahad (28/5). Ironisnya, jamaah yang sudah masuk usia senja itu tidak merasa kalau dirinya sedang kesasar.
Malah, ia merasa bahwa dirinya masih di Sumenep. Diketahui, ia bernama Bunidin, yang usianya diperkirakan 80-an tahun. Ia berasal dari Manding, Sumenep, yang tergabung di Kloter 7 rombongan 10. Tiba-tiba saja ia menghilang dari rombongannya, dan terus berjalan tanpa merasa bahwa dirinya sedang kesasar.
Keberadaan Bunidin sempat membuat heboh dunia Maya. Ketika sedang berjalan di sepanjang jalan raya Mekah, ia sempat ditemukan salah satu jamaah yang kemudian berniat membantunya.
Namun Bunidin malah enggan menerima tawaran tersebut. Ia terus melangkahkan kaki, mau pulang ke rumahnya, di Manding Sumenep.
“E kaenjhe Mekkah, Mbah…. (Disini Mekah, mbah….)” Kata seorang jamaah mencoba menyadarkannya.
“Banne Mekah, Nah…” (Bukan Mekah), jawab kakek Bunidin tersebut.
“E kaenjhe Mekah Mbah, sampean kaemma’a, tore eaterra ka hotella (Disini Mekah, sampean mau kemana, ayo saya antar ke hotelnya),” kata jamaah tersebut terus berusaha menolong.
“Ampon dhina (sudah, gak usah),” jawab Bunidin menolak.
Jamaah yang berniat membantu tersebut terus mengikuti sambil berupaya menyadarkan Kakek Bunidin, dan siap membantu mengantarkannya ke hotel, tempat ia tinggal. Namun Bunidin tetap bersikukuh, mau pulang ke rumahnya, tidak yakin bahwa dirinya sedang di Mekah.
“Kose tak taowa jhek perak dhe’ daje Sar Pao… (Gimana saya dibilang tidak tahu, padahal cuma ke Utara dari Pasar Pao),” jawab Bunidin Singkat.
Ternyata Bunidin sedang menuju Sar Pao, jalan menuju pulang, yang letaknya di pinggir timur Kota Sumenep. Di tempat itu memang ada pertigaan, dimana jalan ke Utara adalah arah ke Manding Sumenep.
Beruntung, Kakek Bunidin akhirnya ditemukan petugas dan kembali ke hotel tempat ia tinggal.
“Sudah ketemu, tadi malam jam 00.15 (waktu setempat)” Jelas Abdul Wasid, salah seorang petugas Haji dari Sumenep, Selasa (29/5) KUR







