Berkaitan dengan kabar tentang dampak gempa Tuban, Jumat (22/3) pukul 16.20 WIB, Martha Kurnia K, Ketua PKIP (Pusat Komunikasi dan Informasi Publik) Unair membenarkan bahwa RSUA (Rumah Sakit Universitas Airlangga), terkena dampak gempa Tuban.
“Yakni ditemukan adanya kerusakan nonstruktur di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI, bukan RSUA) di sisi luar dan sambungan antarbagian. Gedung RSKI selama ini lebih banyak dipakai untuk aktivitas riset sehingga minim pasien,” ungkapnya kepada majalahnurani.com Jumat malam.
Dijelaskan, prosedur baku yang dilakukan RSUA apabila terjadi gempa bumi (code Green) adalah pasien dan semua pengunjung dievakuasi dari gedung rumah sakit untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada pasien. RSUA telah melaksanakan penanganan sesuai SOP terkait musibah gempa yang terjadi, termasuk dengan mengamankan pasien serta pasien rentan (bayi). RSUA juga telah memastikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan bayi dan anak (code Pink) serta pasien ICU.
“Saat ini RSUA telah berkoordinasi dengan BPBD,” sambungnya.
Pasien yang telah dievakuasi ke luar gedung, secara bertahap sejak sore tadi telah dimasukkan kembali ke dalam kamar perawatan rumah sakit dengan tetap mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi.
“Tidak ada korban jiwa yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi yang berdampak pada RSUA. RSUA selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik termasuk keamanan pasien saat terjadi bencana,” teran Martha. (Bagus)






