Wajah cerah terpancar dari anggota Kelompok Tani Bangun Jaya. Ratusan kilogram jeruk hasil taninya kini dibeli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebun produktif itu berada di bantaran Sungai Ngotok, Lingkungan Balongcangkring II, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Lahan seluas 10 hektare yang dulunya terbengkalai, kini ditanami jeruk siam madu.
Koordinator Kelompok Tani Bangun Jaya, Eko Darsono mengatakan, saat ini pihaknya mampu memasok 3,5 kuintal jeruk ke SPPG Jabon, Mojoanyar.
“Kita diminta 3,5 kuintal untuk dikirim ke SPPG Jabon Mojoanyar. Kalau panen 5 sampai 6 kuintal kami bisa, tapi kami tunggu jadwal dari SPPG. Kami siap dijadwalkan untuk pengiriman,” kata Eko, Ahad (2/8/2026).
Dari total lahan 10 hektare yang dikelola kelompok, baru 1,4 hektare yang panen dengan jumlah 200 pohon di bantaran sungai.
Eko menyebut SPPG membeli jeruk dengan harga pasar, yakni Rp15.000 per kilogram. Penyerapan oleh SPPG jadi angin segar bagi petani yang sebelumnya kesulitan menjual hasil panen.
“Awal-awal panen dulu kami kesulitan pasar, jadi sempat patah semangat. Setelah ada SPPG Jabon Mojoanyar yang siap menampung dengan harga sesuai pasar, semangat kelompok tani bangkit lagi,” ujarnya.
Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi mengatakan, pembelian langsung dari petani bertujuan untuk menyejahterakan sekaligus menjamin kualitas bahan baku MBG.
“Kami ingin petani punya pasar untuk hasil panennya. Sekaligus kami edukasi agar kualitasnya bagus, sehingga anak-anak dan penerima manfaat suka,” pungkas Yanse. (Ym)






