Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) mengapresiasi keputusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk tidak lagi menerima bantuan dari produk yang terbukti terafiliasi Israel seperti McDonalds. Keputusan Baznas RI ini diklaim langsung sesuai arahan dari Ketua Baznas RI Noor Achmad pada Kamis (4/4).
Selama ini, Baznas kerap mendapatkan kritik dan kecaman dari dari berbagai elemen masyarakat karena mewadahi produk-produk seperti Danone AQUA, Unilever dan McDonalds. Sumbangan tersebut seolah mendukung Palestina, padahal manajemen internasional (pusat) brand tersebut secara terang-terangan mendukung genosida.
Dengar Masukan Masyarakat, Baznas Setop Donasi dari McDonalds Indonesia
“YKMI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua Baznas RI yang menyatakan saat ini mereka tidak lagi mengumpulkan donasi dari McDonalds yang merupakan produk terafiliasi dengan Israel,” kata Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan dalam keterangannya pada Senin (8/4).
Himawan pun menilai sikap Baznas sudah sejalan dengan mayoritas sikap umat Muslim Indonesia yang berupaya mendukung rakyat Palestina dengan memboikot produk terafiliasi Israel dan mematuhi Fatwa MUI No.83 Tahun 2023 tentang Dukungan Terhadap Palestina.
Mendengar Masukan Masyarakat, Baznas tidak akan Menerima Lagi Donasi Mcdonald’s Indonesia
Tak hanya McDonalds, YKMI juga mengingatkan ada 10 produk terafiliasi Israel yang sudah dirilis secara resmi oleh organisasi tersebut. Produk itu antara lain Starbucks, Danone, McDonalds, Nestle, Zara, Kraft Heinz, Unilever, Coca Cola Group, Mondelez dan Burger King.
“Untuk itu YKMI berharap tidak hanya McDonalds, tapi juga perusahaan maupun produk yang tampak terafiliasi dengan Israel seperti Danone, Unilever, Starbucks dan beberapa produk lainnya, (donasinya) juga harus ditolak Baznas. Jangan terjebak pada pemberian donasi karena yang memberi donasi belum tentu tidak terafiliasi,” kata Himawan. (nch)






