Sebanyak 9 partai politik (parpol) di Kabupaten Mojokerto mendeklarasikan mengusung dan memenangkan Muhammad Al Barra atau Gus Barra dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2024.
Kegiatan tersebut digelar di GH Kampus Universitas KH Abdul Chalik, Bendungan Jati, Pacet, Mojokerto, Ahad (2/6/2024) siang.
9 parpol tersebut adalah PDIP, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PAN, PPP, Hanura, Perindo dan PSI.
Suwandy Firdaus, Koordinator Koalisi mengatakan, jumlah parpol koalisi kemungkinan akan bertambah. Ada sejumlah parpol yang berencana bergabung. 9 ketua parpol beserta ratusan kader parpol koalisi hadir dalam deklarasi tersebut.
“Pada hari ini partai koalisi resmi mendeklarasikan untik mengusung Gus Barra menjadi pemenang kontestasi Bupati Mojokerto periode 2024-20230. Tentunya Koalisi ini bertambah lagi yaitu Golkar dan PKB,” ujarnya.
Suwandy yang juga ketua DPD NasDem Kabupaten Mojokerto ini menambahkan pihaknya mulai membentuk tim sukses dari masing-masing partai.
“Dengan koalisi ini kami sudah mendapatkan setidaknya 70 persen kekuatan,” terangnya.
Lebih lanjut Suwandy mengatakan seluruh tim pemenangan di masing-masing partai peserta koalisi sudah bergerak. Sejumlah Posko juga akan diresmikan.
“Nanti malam insya Allah peresmian Posko 2, Insya Allah kurang lebih ada 15 posko, nanti ada juga posko cabang-cabang di masing-masing kecamatan,” pungkasnya.
Sementara itu KH Asep Saifuddin Chalim, ayah dari Gus Barra dalam arahannya menyampaikan bahwa hasil survei internal yang dilakukan menyebutkan suara untuk Gus Barra mengalami kenaikan. Dari semula sebesar 49 persen menjadi 52 persen.
“Berkaitan dengan survei, saat ini sudah 2 kali survei. Survei pertama pada 3 bulan yang lalu Gus Barra memperoleh dukungan sebesar 49 persen. Kemudian survei tengah bulan yang lalu naik menjadi 52 persen. Sedangkan survei untuk Ikfina Fahmawati hanya 29 persen,” ujar Kiai Asep, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut pengasuh pondok pesantren amanatul Ummah tersebut menyampaikan bahwa deklarasi bersama partai koalisi tersebut juga sekaligus diikuti dengan pembentukan tim sukses dari masing-masing partai.
“Kita akan terus memperbaiki suara semaksimal mungkin, mencapai 800 ribu suara,” tegasnya.
Kiai Asep juga menunggu kepastian bergabung 2 partai lainnya karena ada mekanisme tersendiri di 2 partai tersebut.
“Ada partai yang belum bergabung saat ini tetapi menunggu saatnya karena ada mekanisme partai yang belum terselesaikan, salah satunya adalah Partai Golkar,” pungkasnya.
Sementara itu Gus Barra yang hadir dalam deklarasi itu mengatakan banyak hal yang perlu diperbaiki di Kabupaten Mojokerto. Salah satunya di sektor kesehatan. Ia mengaku mendapatkan keluhan dari warga yang pembayaran BPJS Kesehatan diputus oleh Pemkab Mojokerto, padahal sejak awal dibiayai oleh APBD Kabupaten Mojokerto.
“Saya banyak mendapat keluhan terkait BPJS yang dibiayai Kabupaten Mojokerto yang dinonaktifkan sebanyak 90.200 (peserta BPJS), itu sangat menyusahkan masyarakat, ketika saya turun ke bawah itu yang selalu dibahas masyarakat. Ini yang akan menjadi (salah satu) agenda kita ke depan,” terang Gus Barra.
Gus Barra kemudian meminta partai koalisi dan para kadernya untuk yakin bahwa pihaknya akan menjadi pemenang dalam Pilbup Kabupaten Mojokerto 2024.
“Saya keliling ke 304 desa di Kabupaten Mojokerto, Alhamdulillah respon luar biasa dari masyarakat yang mendukung kita, kita harus tetap kompak dan solid serta yakin memenangkan Pilbup Mojokerto,” tegas Gus Barra. (Ym)






