Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar Java Coffee Culture 2024 & Festival Peneleh pada 5-7 Juli 2024. Ini merupakan strategi Bank Indonesia dalam mendorong Potensi Komoditas Unggulan Kopi serta memajukan kawasan wisata di Surabaya.
Produksi kopi di Jawa pada tahun 2023 tercatat sebesar 99,2 ribu ton. Secara spasial, produksi kopi tersebar di seluruh wilayah Jawa yang utamanya didominasi dari provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dari sisi ekspor, komoditas unggulan kopi di Jawa didominasi oleh Jawa Timur dan mayoritas di ekspor ke Mesir, Jepang, dan Italia.
“Ekspor kopi not roasted/biji kopi di Jawa masih cukup tinggi dibandingkan kopi roasted, sehingga masih terdapat ruang untuk hilirisasi komoditas kopi olahan di Jawa. Lebih lanjut, komoditas kopi roasted di Jawa didominasi oleh Jawa Timur dan komoditas ekstrak kopi di Jawa didominasi oleh Banten,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bandoe Widiarto, Kamis (27/6).
Dalam memajukan potensi komoditas kopi, Bank Indonesia juga berperan dalam mengembangkan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia melaksanakan program pengembangan UMKM melalui 3 (pilar), yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
“UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07%,” tegasnya. (Bagus)






