Sejumlah Tokoh Nasional Turun Jalan Desak Israel Dicoret dari Olimpiade Prancis

Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) di Jakarta pada Ahad (21/7/2024), turun ke jalan menggelar aksi internasional mendesak pencoretan Israel sebagai peserta Olimpiade 2024 di Prancis. Desakan yang disampaikan sejumlah tokoh nasional tersebut sebagai respons atas penjajahan Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Ribuan massa ARI-BP melayangkan kartu merah terhadap Israel, sebagai desakan agar Komite Olimpiade Internasional (IOC) mem-black list kontingen Israel. Dalam aksi yang digelar damai di Silang Monas, Jakarta Pusat, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus Dewan Pengarah ARI-BP Prof Din Syamsuddin dan Wakil Ketua Majelis Purmusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid turut hadir.
Ketua Pelaksana Aksi ARI-BP KH Zaitun Rasmin dan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan juga terlihat di lokasi. Dalam orasinya, para tokoh tersebut menyampaikan agar masyarakat Indonesia terus mengkampanyekan boikot Israel.

Baca juga  ITS Kembangkan Teknologi Mitigasi Gempa Bumi

Ribuan massa aksi, juga mendengar seruan tersebut dengan komitmen untuk tak lagi menggunakan produk yang terafiliasi, dan yang mendukung gerakan Zionis Israel. Tentu, para orator dalam aksi damai itu mengingatkan kembali dunia internasional untuk mengakui negara Palestina.

Dan ribuan massa saling menyemangati dengan seruan Free Palestina. Di sela-sela seruan, para orator mengkoordinasikan ribuan massa Bela Palestina tersebut, dengan meniupkan pluit, dan mengangkat kartu merah sebagai simbol penolakan atas partisipasi Israel pada Olimpiade 2024.

Pada akhir gelaran, ARI-BP menyampaikan tuntutan kepada IOC. Yang utama meminta komite tertinggi olahraga internasional tersebut mencoret kepesertaan Israel dalam gelaran kompetisi olahraga lima tahunan itu.

IOC seharusnya menyadari penjajahan dan pendudukan yang sengaja melakukan genosida oleh Israel di tanah Palestina adalah tindakan brutal. Aksi sepihak pemerintah dan tentara Zionis Israel di Palestina, pun dikatakan tak menjunjung tinggi sikap kemanusiaan, dan sportifitas yang menjadi seruan utama IOC dalam gelanggang kompetisi olahraga. (nch)

Baca juga  Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Gempa di Flores NTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *