Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyiapkan skenario evakuasi penyelamatan WN di Yaman jika kondisi negara itu memanas seiring adanya serangan Israel.
Diketahui, Israel menyerang beberapa target yang terkait dengan gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman pada hari Kamis (26/12/2024), termasuk Bandara Internasional Sana’a. Media Houthi mengatakan sedikitnya enam orang tewas.
Soal rencana evakuasi itu merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diteràpkan seluruh KBRI di wilayah Timur Tengah.
“Ini terkait berbagai macam eskalasi di kawasan. Terutama pasca serangan yang dilakukan Israel kepada Palestina di Gaza Oktober tahun lalu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat, Sabtu (28/12/2024).
Menurutnya, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian terkait kondisi di Yaman. Dengan menyampaikan keprihatinan yang mendalam terkait situasi terakhir di negara tersebut.
“Terutama terkait dengan serangan yang terjadi akibat tindakan yang dilakukan Israel. Di mana mereka melakukan serangan terhadap wilayah Yaman,” katanya.
Ia menyampaikan konflik di Yaman ini terjadi sejak lama di negara tersebut masuk kategori protected conflict sejak 2011.
“Tentu itu lebih ke internal antara Pemerintah Yaman dengan kelompok oposisi dalam Hal ini Houthi,” ujarnya.
Menurut Roy, konflik di Yaman tidak mudah ditanagani karena melibatkan internal di negara tersebut. Saat ini, kata dia, fokus yang harus diberikan untuk mengatasi konflik di Timur Tengah tidak meluas.
“Konflik yang terjadi di kawasan akibat tindakan Israel. Terhadap berbagai negara di Timur Tengah tidak meluas ke negara-negara lain,” ucapnya. (Ym)












