Beredar potongan video di media sosial soal pernyataan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri yang mengatakan Joko Widodo (Jokowi) bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah tidak benar.
Pernyataan yang menyatakan Jokowi dan keluarga adalah PKI, beredar di platform media sosial (medsos) TikTok.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan, video berdurasi sekitar 10 detik di TikTok itu adalah hoaks.
Karena dalam penelusurannya, video yang asli memiliki durasi 2:28:16, hal itu menandakan video viral tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Diambil dari video berdurasi 2:28:16 yang diunggah oleh kanal YouTube PDI Perjuangan. Video berjudul ‘Pengumuman Pasangan Calon Gubernur & Wakil Gubernur PDI Perjuangan Live Stream’, video yang beredar di TikTok dipotong pada menit ke 1:41:10 hingga menit ke 1:41:21,” kata Kemkomdigi dalam keterangan resminya, Jakarta, Ahad (5/1/2025).
Dari fakta video asli, Kemkomdigi mengungkapkan bahwa Megawati tidak pernah melontarkan kata-kata ataupun kalimat yang mengarah pada tuduhan. Dalam video itu, Presiden ke-5 menyampaikan justru tuduhan PKI datang kepada keluarganya dan juga Soekarno.
“Dalam video itu Megawati tidak pernah mengatakan Jokowi adalah PKI. Konteks awalnya, dia menyampaikan bahwa banyak orang menuduh dia dan ayahnya, Soekarno sebagai PKI, padahal PKI sebagai partai, kata dia, sudah tidak ada,” ungkapnya. (Ym)







