Anggota Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan menegaskan, penggunaan masker sangat penting karena bisa mencegah virus masuk langsung ke saluran pernapasan.
“Masker harus selalu digunakan, terutama di tempat-tempat ramai. Ini bisa mencegah penularan HMPV,” kata Erlina Kamis (9/1).
Kata dia, pemakaian masker menjadi langkah preventif yang sederhana namun efektif untuk mencegah penularan HMPV. Dengan menggunakan masker, masyarakat dapat melindungi diri dari droplet yang berpotensi membawa virus, terutama di tempat yang ramai seperti transportasi umum, pasar, atau sekolah.
“Selain masker, mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk mencegah penularan. Langkah-langkah ini tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita,” tambahnya.
Infeksi HMPV sendiri memiliki gejala yang mirip dengan flu seperti batuk, pilek, demam, hingga sesak napas.
HMPV menular melalui percikan droplet dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Jika droplet ini terhirup oleh orang sehat, maka virus dapat masuk ke saluran pernapasan.
HMPV biasanya memiliki masa inkubasi rata-rata 3-6 hari. Artinya, gejala kemungkinan baru bakal muncul paling cepat 3 hari setelah terpapar.
“Setelah seseorang terinfeksi atau menghirup virus, dibutuhkan waktu sebelum gejala muncul,” ujarnya.
Erlina mengatakan, jika sistem imun sedang baik, maka virus mungkin bisa dimusnahkan oleh tubuh. Tapi bagi kelompok berisiko seperti anak, lansia, atau individu dengan komorbid, risiko tertular dan mengalami gejala berat menjadi lebih tinggi.
Meski demikian, Erlina menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik terkait HMPV. Meski virus ini mudah menular, dampaknya cenderung ringan pada orang dengan sistem imun yang baik.
“Dengan pendekatan yang hati-hati dan informasi yang tepat, kekhawatiran tentang HMPV dapat dikelola. Kesehatan masyarakat tetap terjaga tanpa menciptakan keresahan yang berlebihan,” kata dia. (Bg)






