Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan Indonesia masih perlu mengimpor garam untuk kebutuhan rumah sakit dan farmasi. Hal ini dikarenakan standar kadar garam yang digunakan untuk keperluan medis masih lebih tinggi dibandingkan yang bisa dihasilkan industri dalam negeri saat ini.
“Hanya memang yang untuk rumah sakit, farmasi kita belum bisa, farmasi masuk infus itu kadarnya lebih tinggi, kita belum bisa. Untuk rumah sakit masih memerlukan impor,” ujar Zulhas, Jumat (10/1).
Meski begitu, Zulhas meyakinkan, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang menyiapkan pabrik garam untuk kebutuhan garam rumah sakit.
“Tapi Pak Menteri Kelautan minta waktu dua tahun dia mau bikin juga. Jadi mudah-mudahan setahun dua tahun ini garam sudah mencukupi kepetingan kita,” pungkasnya.
Zulhas juga optimistis kebutuhan garam dalam negeri dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada impor. (Bg)






