Gencatan senjata antara Hamas-Israel akhirnya terwujud. Pada Senin (20/1/2025) waktu setempat, Israel mengatakan telah membebaskan 90 orang tahanan Palestina.
Sebelumnya militer Israel menyampaikan tiga sandera telah dibebaskan oleh Hamas. Ketiga sandera yang telah dibebaskan berada bersama pasukan mereka di Jalur Gaza.
Tiga sandera dibebaskan pada Ahad (19/1/2025) waktu setempat. Ketiganya akan menjalani pemeriksaan medis sebelum kembali kepada keluarga.
“Ketiga sandera yang dibebaskan didampingi oleh pasukan khusus IDF dan pasukan ISA saat mereka kembali ke wilayah Israel, di mana mereka akan menjalani pemeriksaan medis awal,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Senin (20/1/2025)
Pembebasan ini sebagai tanda dimulainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
“Semua dibebaskan dari penjara Ofer dan pusat penahanan Yerusalem,” kata layanan penjara Israel dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan sebelum pukul 01.30 pagi, Senin (20/1/2025).
Setelah para tahanan tiba di Kota Beitunia di Tepi Barat, kerumunan orang pun bersorak. Mereka menyambut dua bus yang membawa tahanan Palestina yang dibebaskan Israel.
Bus-bus tersebut menampung sekitar 90 tahanan yang dibebaskan sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata di Gaza yang dimulai pada hari Ahad (19/1/2025) dan menyaksikan tiga sandera Israel dibebaskan oleh Hamas.
Terlihat anggota kerumunan naik ke atas bus utama dan mengibarkan bendera Hamas. (Ym)






