LP Ma’arif NU Dorong Guru Melek Digital dalam Pembelajaran

Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PBNU, H Harianto Oghie, mendorong para guru melakukan transformasi digital dalam pembelajaran, khususnya di lingkungan Satuan Pendidikan Ma’arif.

Menurutnya, para pendidik harus melek teknologi agar tidak tertinggal dari peserta didik yang semakin mahir memanfaatkan kecanggihan digital.

“Satuan Pendidikan Ma’arif harus siap transformasi digital dalam pembelajaran. Kalau ini tidak kita mulai dari sekarang, mana anak-anak kita akan lebih cerdas. Sementara guru-gurunya hanya penikmat digital. Nah, Bapak-Ibu mungkin punya handphone dua, anak-anak satu. Tetapi sayangnya anak-anak lebih cerdas memanfaatkan IT (Informasi dan Teknologi) daripada kita sebagai seorang guru. Oleh karena itu, tantangannya adalah kita sebagai seorang pendidik untuk melek IT,” ujar Oghie saat Rapat Kerja Dinas LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah Zona 6 di Wisma Budaya SMA N 7 Kabupaten Purworejo pada Ahad (2/2/2025).

Baca juga  Maksimalkan Pembelajaran Bahasa Inggris, Mendikdasmen Akan Latih 5.777 Guru SD

Oghie juga menyampaikan bahwa LP Ma’arif NU memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader teknokrat NU yang unggul di masa depan. Ia mengingatkan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran adalah bagian dari visi besar Ma’arif untuk melahirkan cendekiawan Muslim yang modern.

“Ini juga pesan Gus Yahya karena Ma’arif adalah sentra, laboratorium, kader teknokrat NU masa depan di abad kedua dan LP Ma’arif menjadi sentra laboratorium, kader cendekiawan-cendekiawan Muslim Indonesia yang memiliki paham nilai-nilai wasathiyah atau Islam moderat. Karena itu bapak ibu sekalian, tantangan ini harus diejawantahkan ke bawah sehingga ini bisa terimplementasi, terealisasi, dan guru-gurunya harus selalu ikut pelatihan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pendidik agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi, karena anak-anak saat ini sudah terbiasa berdialog dengan kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan AI.

Baca juga  Inspirasi Global, Smamda Surabaya Lepas Siswa Pertukaran Pelajar Asal Prancis

Menurutnya, tanpa pemahaman dan pengawasan guru terhadap pemanfaatan teknologi, para pendidik bisa ditinggalkan oleh murid-muridnya.

“Kalau bapak ibu tidak melakukan filterisasi terhadap pemanfaatan ini, maka bapak ibu sebagai seorang guru akan ditinggalkan oleh murid-muridnya. Karena apa yang ingin ditanyakan, misalnya cari jodoh, cari cinta, apalagi dan lain-lain bisa ditanyakan di GPT,” tambahnya. Ia juga memberikan contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih efektif, termasuk dalam mempersiapkan siswa untuk berkompetisi di tingkat global.

“Karena itu di era peradaban hari ini tidak ada individu yang bisa bangkit, bisa survive tanpa melakukan kolaborasi. Karena itu terima kasih atas kemitraan-kemitraannya, karena itu Ma’arif bisa lebih maju ke depan,” pungkasnya. (Ym)

Baca juga  Pererat Koneksi dan Jaringan Antarpegiat Lingkungan, SMK YPM 1 Berkunjung ke Eco Enzyme Nusantara Pamekasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *