Sidak Bapokting Pemkot Temukan Minyak Kita Tak Sesuai Takaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kembali melakukan pemeriksaan mendadak (sidak), bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah titik pada Rabu (12/3). Kegiatan ini bertujuan, untuk memastikan ketersedian pangan, serta mengantisipasi berlanjutnya harga, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Adapun beberapa lokasi yang menjadi fokus sidak, adalah Pasar Soponyono, Indogrosir dan PT Asia Gift Plastik. Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo mengatakan, pada raksasa sidak kali ini, Pemkot Surabaya melakukan pemeriksaan keamanan, harga, serta ketersedian stok bahan pangan, di pasar tradisional, maupun modern.

“Kami tim gabungan Pemkot Surabaya, melakukan sidak Bapokting di Pasar Soponyono dan pasar modern Indogrosir, untuk memastikan keamanan pangan, hingga kestabilan harga,” terang Agung.

Baca juga  Dewan Kebudayaan Surabaya Segera Terbentuk, Seniman Sambut Optimistis

Agung menjelaskan, sidak dilakukan untuk mengetahui komoditas mana saja, yang mengalami kenaikan harga, pasalnya kenaikan hal tersebut, biasa terjadi ketika mendekati Lebaran. “Untuk itu, kami melakukan sidak agar dapat memetakan, dimana operasi pasar dilakukan,” katanya.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, Agung mengungkapkan, bahwa ada komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga. Pertama adalah cabai, yang mulai mengalami penurunan dari Rp 100 ribu, menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Kemudian, harga bawang mengalami kenaikan dari Rp 45 ribu, menjadi Rp 50 ribu perkilogramnya.

“Jadi ada beberapa yang turun dan mengalami sedikit kenaikan harga. Untuk komoditas yang mengalami kenaikan, kami pantau terus agar tidak terjadi pergerakan harga, yang signifikan,” jelasnya.

Baca juga  Program Kampung Pancasila Diperkuat, ASN Jadi Pendamping di Setiap RW

Dalam sidak kali ini, tim yang terjun tidak hanya menyasar harga dan ketersedian Bapokting, tetapi juga melakukan pemantauan Minyak Kita, yang tak sesuai takaran. Hasilnya, di Pasar Soponyono ditemukan minyak goreng merk Minyak Kita, yang didistribusikan oleh CV Sawit Makmur hanya berisi 960 M ililiter (ml), padahal di dalam kemasan tertulis 1 liter, atau setara 1000 ml.

“Ini ditemukan 1 liter kurang 40 ml, untuk kemasan yang botol. Dimana harusnya memiliki takaran sesuai, karena ini didistribusikan oleh pabrik, yang otomatis sudah memakai alat ukur otomatis,” ungkap Agung.

Terkait temuan tersebut, pihaknya mengaku akan berkoordinasi, dengan pihak Kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. “Kalau kami bersifat imbauan, untuk temuan Minyak Kita akan berkoordinasi, dengan pihak Kepolisian. Begitu pula, kalau ada temuan barang kadaluarsa di pasar modern, juga akan dikumpulkan dan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” tandasnya.

Baca juga  Wali Kota Surabaya Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Agung menambahkan, terkait kecukupan bahan pangan menjelang Lebaran, di Kota Surabaya masih sangat cukup. Sebab, Indeks Kecukupan Pangan (IKP) sebesar 3,8, yang artinya ketersedian bahan pangan cukup, untuk tiga bulan ke depan.

“Insyaa Allah bahan pangan di Kota Pahlawan, masih cukup untuk tiga bulan ke depan. Kami menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak panik membeli dan berbelanja sesuai kebutuhan,” tutupnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *