Menag Sebut Gaji Guru Madrasah Rp 100.000 per Bulan tapi Berkah

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengungkapkan ketimpangan antara gaji guru di sekolah negeri dan madrasah saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025).

Nasaruddin menyebutkan, guru yang mengajar di sekolah negeri digaji Rp 4,5 juta per bulan dan mendapatkan beragam fasilitas, sedangkan gaji guru madrasah hanya Rp 100.000 per bulan.

“Ada yang difasilitasi all in (negeri). Gajinya yang di seberang itu (negeri) Rp 4,5 juta, sementara di madrasah sana yang gedungnya nempel di tembok masjid, (digaji) Rp 100.000 per bulan,” ujar Nasaruddin, Senin. Nasaruddin melanjutkan, meski gajinya kecil, guru-guru di madrasah tidak pernah meminta tunjangan kepada negara.

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

“Tapi mereka enggak pernah minta tunjangan macam-macam seperti seberang yang Rp 4,5 juta ini,” ucap dia. Menag menyebut bahwa guru-guru madrasah mendapat keberkahan yang luar biasa walau hidup sederhana.

“Suami istri mau beli mobil, di seberang jalan madrasah jangankan mobil, sepeda saja enggak punya. Tapi berkahnya luar biasa,” kata Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga membandingkan kondisi sekolah negeri yang dibiayai penuh oleh negara dengan madrasah yang masih bergantung pada dana swadaya masyarakat.

“Sekolahnya dibangunkan oleh negara, gurunya digaji dan diangkatkan oleh negara, bahkan cleaning service-nya pun pegawainya dibiayai oleh negara, perpustakaan ini dibelikan oleh negara, ijazahnya pun negeri dinomor satukan di republik ini,” ucap Nasaruddin.

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

“Tapi di seberangnya, madrasah? Tanahnya dibeli oleh yayasan, bukan negara yang belikan. Tempat ini bukan bantuan negara, guru-gurunya tak digaji oleh negara,” kata dia. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *