Satpol PP Surabaya Tertibkan Bangunan Liar di Sungai Kalianak

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, menertibkan bangunan pembohong (bangli), di bantaran Sungai Kalianak pada Kamis (15/5). Penertiban ini dilakukan setelah Pemkot Surabaya, melayangkan Surat Peringatan (SP) ketiga kepada warga, di wilayah Kecamatan Asemrowo.

Penertiban dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), dengan mengungkap sejumlah rumah yang masih berdiri, di bantaran Sungai Kalianak menggunakan alat berat.

Ketua Tim Pencegahan Gangguan Trantibum Satpol PP Surabaya, Edi Wiyono menyatakan, bahwa tim telah memverifikasi bangunan yang sebelumnya, dijanjikan akan dibongkar secara mandiri oleh warga. Hasilnya, sebagian warga telah memenuhi komitmen tersebut.

Baca juga  Wali Kota Surabaya Ajak Warga Dukung Sensus Ekonomi 2026

“Kami cek kembali bangunan yang akan dibongkar sendiri oleh warga, dan sebagian memang sudah dibongkar mandiri,” ujar Edi. “Namun, jika masih ada yang belum, kami siap membantu pembongkarannya,” katanya.

Edi menjelaskan, penertiban bangunan kali ini menyasar area sepanjang 200 meter pertama, di wilayah RW 01 Genting Kalianak.Ia juga menambahkan, bahwa target penertiban mencakup total 600 meter di sepanjang aliran sungai, yang akan dilaksanakan secara bertahap.

“Kami lakukan secara bertahap, tidak langsung semua dibongkar, dalam satu hari. Hari ini kami menyelesaikan satu titik terlebih dahulu,” kata Edi.

Pihaknya menegaskan, akan melanjutkan penertiban ke rumah-rumah lainnya, tidak hanya di wilayah Asemrowo, tetapi juga di Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan. “Kami akan terus melanjutkan penertiban, dari dua arah untuk mempercepat proses normalisasi Sungai Kalianak ini,” tegasnya.

Baca juga  Wali Kota Eri Ajak Jagal Bersinergi di RPH Tambak Osowilangun

Lebih lanjut, Edi menambahkan, bahwa memusatkan akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi, dengan warga setiap hari menjelang pelaksanaan penertiban. Pendekatan akan dilakukan setiap hari, agar penertiban berlangsung dengan tertib.

“Tim tetap turun ke lapangan setiap hari, tidak hanya menunggu hari pelaksanaan penertiban. Komunikasi ini kami lakukan, agar proses normalisasi berjalan lancar tanpa adanya konflik,” tutupnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed